Jangan Lupakan Sejarah Port Numbay (1)

0
221
Teluk Youtefa dalam Teluk Yos Sudarso. (Foto:Indrayadi TH)

Penulis: Indrayadi TH

Jayapura, Port Numbay atau Kota Jayapura adalah ibukota provinsi Papua, terletak di ujung timur Indonesia bagian Barat Daya Samudera Pasifik Selatan khatulistiwa. Berikut ulasan lengkapnya yang berhasil dihimpun redaksi.

Papua… banyak orang-orang tua dulu berkata daerah ini bagaikan burung raksasa yang sedang tidur, ada pula menganggap Tanah Papua ini lebih mirip seekor dinosaurus, yaitu binatang dari kala Mezoikum telah punah.

Dilihat dari ukuran, Papua merupakan pulau kedua terbesar di dunia sesudah Greenlandia. Luas seluruhnya 419.660 kilometer persegi, panjang 2.400 kilometer, dan lebar di bagian yang terbesar lebih kurang 700 kilometer.

Wilayah Papua hampir 2 kali lebih besar dari luas wilayah negeri Inggris, 12 kali lebih besar dari luas negeri Belanda, dan 3 kali lebih besar dari luas Pulau Jawa, dengan batas posisi 1 Lintang Selatan, 9 Lintang Selatan, dan 129–141 Bujur Timur.

Di era tahun 1526 silam, kala itu ada seorang Portugis bernama George de Menezes sebagai orang Eropa pertama yang melihat Tanah Papua. Pada kala itu, belum ditemui. Sembilan belas tahun kemudian, Ynigo Ortiz de Rentes asal Spanyol berkunjung ke Tanah Papua dan memberi nama ‘Nueva Guinea’ tepatnya 20 Juni 1545.

Setelah dua abad lebih tepatnya 13 Agustus 1768, seorang pelaut berkebangsaan Perancis, Louis Antonie Baron de Bougainville menyinggahi Teluk Imbi menggunakan kapal ‘Fregat Boundeuse dan kapal D’Etoile’ berlayar menuju negaranya, Spanyol, setelah mengadakan penelitian di Rio de Jeneiro yang kini ibu kota negara Brasil.

Dalam perjalanan itu, pelaut tersebut melihat Gunung Dafonsoro menjulang tinggi dengan pantai laut yang berwarna biru serta pemandangan alam sungguh indah, dilain sisi ada kesan kepercayaan yang menakutkan.

Kala itu, gunung Dafonsoro dinamakan Cycloop yang menurut Mythe bangsa Grika, seorang raksasa bermata satu dalam legenda Yunani yang bernama De Deux Cycloops. Nama ini dimunculkan karena berdiri gugusan bagaikan  makhluk yang kokoh laksana raksasa. Sementara Gunung Tami dinamakannya Gunung Bougainville.

“Pegunungan Cycloop yang saat ini ada di Kabupaten Jayapura pertama kali tercatat dalam perjalanan orang Perancis bernama Sabastian Caesar Dumondt d’ Urville tanggal 12 Agustus 1827, berlayar dengan kapal layarnya Astrolabe mengunjungi Teluk Imbi melihat olehnya teluk yang indah ini, maka diberikannya nama Humboldt Baai,” kata Hanggua R. Mebri salah satu pemuda adat Port Numbay (Kota Jayapura) belum lama ini.

Nama Humboldt Baai itu sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan terhadap sarjana penyelidik bangsa Jerman yang bernama F.H Aleksander Baron von Humboldt terkenal dalam perjalanan dari Amerika Selatan Tengah menuju Teluk Imbi di di tahun 1799-1805.

Ketika melintasi daerah Pasifik dan singgah di Jayapura kemudian menamakan daerah ini Humboltd Bay dan Teluk Youtefa untuk pertama kali dan ketika kapal perang Belanda datang 23 Juni hingga 4 Juli 1858 silam bertujuan membawa seorang peneliti berkebangsaan Jerman bernama ‘Etna’ di bawah pimpinan Lt.G.Rijn.

Lt.G.Rijn  masuk dan berlabuh di Teluk Imbi atau Humboldt dengan membawa ekspedisi ilmiah di bawah pimpinan Residen dari Bangka, Tuan H.D.A van der Goes. “Komisi ini masuk ke dalam Teluk Youtefa dan menancapkan bendera Nederland pertama kali di teluk ini,” dijelaskannya. Pada saat itulah, kata Mebri, komisi ini memberikan nama-nama Belanda pada pulau-pulau dan gunung-gunung di dalam Teluk Humboldt dan Teluk Youtefa seperti Pulau Janus yang dikenal saat ini Metu Debi, Pulau Slavante (Injemoch), Suidkerbrond (Gunung Mer), Pulau Mathilde (Missioditj), Pulau Magdalena (Kayu Pulau dan Meturau), Pulau Meeuwen (Pun), Pulau Muskiten (Sibir), dan Hagenaars hoek atau dikenal dengan Tanjung Juar. Bersambung (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here