Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Tinjau Lokasi Jembatan Putus, Legislator Yapen Menampung Berbagai Aspirasi Masyarakat Kampung Waita

×

Tinjau Lokasi Jembatan Putus, Legislator Yapen Menampung Berbagai Aspirasi Masyarakat Kampung Waita

Sebarkan artikel ini
Legislator Yapen Trison Ayomi ( Baju Batik ) Saat Meninjau Lokasi Rubuhnya Jembatan Akibat Banjir Di Sungai Repapeip Kampung Waita Distrik Teluk Ampimoi
Example 468x60

Laporan : Herman Betta

Paraparatv.id | Serui | Anggota DPRD Kabupaten Yapen, Trison Ayomi meninjau lokasi runtuhnya jembatan yang ada di jalan Trans Yapen tepatnya di Sungai Repapeip Kampung Waita Distrik Teluk Ampimoi, dimana jembatan yang terbuat dari kayu tersebut runtuh karena arus banjir pada hari kamis 25 Juni malam.

Example 300x600

Jembatan tersebut merupakan salah satu jembatan yang tiap harinya di lintasi warga masyarakat baik dari kota Serui menuju Yapen Timur .

“Jembatan ini harus secepatnya kembali di bangun oleh pemerintah daerah karena jembatan ini merupakan jalur utama masyarakat melakukan aktifitas, baik dari kota ke yapen timur juga masyarakat sekitar,” kata  Trison Ayomi , Saat meninjau lokasi. Senin 29 Juni 2020.

“Tentunya, rubuhnya jembatan ini sangat berdampak sekali bagi masyarakat, baik itu dalam perputaran ekonomi serta pada keselamatan warga yang tinggal di pinggiran kali tersebut karena sangat rawan longsor,”tambahnya.

Selain melihat kodisi fisik jebatan yang tak layak digunakan, legislator Yapen ini juga menampung sejumlah aspirasi warga setempat. Dan menghasilakan tiga point penting yang di sampaikan yaitu, meminta agar pemerintah daerah dapat membangun cepat jembatan alterlatif, sebelum jembatan di kerjakan harus di lakukan dulu normalisasi sungai, dan meminta pemukiman penduduk yang ada di lokasi lama harus di pindahkan bahkan pada tempat lokasi baru yang nantinya di siapkan guna pembangunan jembatan permanen, harus melihat lokasi pindah rumah warga yang lebih aman lagi.

“Di lokasi lama jika di bangun jembatan alternatif, tentunya harus di lihat normalisasi sungai maupun juga di lokasi baru yang nantinya jika jadi di bangun jembatan permanen, harus juga di lihat normalisasi sungai, intinya di lokasi lama maupun baru, harus di kerjakan dulu normalisasi sungai,”tegasnya.

Di tanyai soal hak hulayat adat, ia sampaikan, di rencanakan beberapa hari kedepan, baik legislatif maupun aksekutif akan meninjau kebali ke lokasi guna memastikan lokasi pembangunan jembatan.

“Lokasi baru sudah pernah di survei, kami akan ketemu ulang lagi warga setempat untuk melihat lokasi termasuk dalam pendekatan dengan pemilik hak hulayat tanah,ā€¯tutupnya. Dirinya berharap, apa yang akan di kerjakan oleh pemerintah daerah, dapat di dukung oleh masyarakat karena semua itu adalah untuk masyarakat demi meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat guna lebih sejahterah lagi.**

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No COPY PASTE !!