Fraksi Nasdem DPRD Yapen, Inspektorat Dan DPMK Mintai Keterangan Kepala Kampung Warari Atas Keluhan Masyarakat Pada Pembagian BLT

0
183
Dua anggota Fraksi Nasdem DPRD Yapen, Kepala Inspektorat, Kepala DPMK Dan Kepala Kampung Warari Saat Setelah Melakukan Pertemuan Mendengarkan Keterangan Kepala Kampung Warari Dari Hasil Keluhan Masyarakatnya Tentang Pembagian BLT

Laporan : Herman Betta

Paraparatv.id I Serui I Menindak lanjuti pengaduan masyarakat Kampung Warari Kabupaten Yapen terkait dengan penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di anggap tidak sesuai dengan harapan, Fraksi Nasdem DPRD yang di Ketuai oleh Ade Yullen Banua melakukan pertemuan kepada Kepala Kampung Warari, untuk menanyalan proses penyaluran BLT tersebut, dihadiri pula Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung  (DPMK) dan dua anggota Fraksi Nasdem Sulistiawati Rumbekwan dan Yullens, bertempat di balai Kampung Warari. Selasa 12 Mei 2020.

Kepala Kampung Warari Ishak Abaa, mengatakan  dari daftat yang di lakukan oleh aparat Kampung kepada seluruh masyarakat Kampung Warari sebanyak 182 Kepala Keluarga ( KK ), namun adanya penambahan 27 KK yang belum terdaftar.

“Dana yang ada sebanyak 235 juta dan telah di bagikan kepada 182 kepala keluarga yang terdaftar sebesar 1,2 juta untuk pembayaran dua bulan terlebih dahulu, namun ada penambahan di luar daftar sebanyak 27 kepala keluarga,”ucap Ishak Abaa.

Selain itu, dikatakan  dari anggaran BLT yang di bagikan terlebih dahulu mempunyai sisa yang tinggal sedikit sekitar 17 juta, namun dana sisa tersebut kembali di bagikan kepada 27 warga yang belum terdaftar.

“Kita ada bagikan, ada yang menerima 300 ribu, 500 ribu dan 600 ribu, mereka datang tidak bersamaan jumlahnya makanya nilainya tidak sama, sesuai dengan sisa dana yang ada”katanya.

“Kami sudah jelaskan, sisanya akan di bayarkan pada tahap berikutnya, tidak ada penyimpangan dana,”.ttambahnya.

Yan Alex Kiriwenno, Kepala Inspektorat Yapen katakan, suatu data mempunyai peran penting dimana Alex sapaan akrabnya sampaikan, ini ada kesalahan data yang ada untuk data seluruh warga masyarakat Kampung Warari.

“Waktu di data, ada beberapa KK yang tidak ada di tempat, akibat dari data yang belum terdata dengan baik,  maka terjadilah seperti begini, sampai kapanpun jika tidak mempunyai data ( Jumlah KK ) yang baik maka dana tersebut tidak akan cukup”.

Untuk itu,  Alex meminta agar data awal dan data tambahan dapat di sahkan dan menjadi pegangan pada saat proses pencairan BLT tahap berikutnya guna tidak terjadinya kembali kesalahan.

“kami minta kepala kampung, bamuskam, dan para tim relawan untuk mensahkan data dan selajutkan di usulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini kepala distrik, bahkan di ingatkan yang telah menerima BLT tidak lagi mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial”.

Menyikapi hasil keterangan oleh Kepala Kampung Warari,  Ade Yullen Banua selaku Ketua Fraksi Nasdem DPRD Yapen dalam hal ini Yullens Ayomi sampaikan, dana tersebut telah di bagikan namun adanya penambahan KK maka di lakukan penambahan dana sisa di luar dari dana tersebut untuk menutup penambahan KK.

“Ada miskomunikasi yang terjadi, sesuai data yang ada sudah di bagikan sesuai, namun adanya penambahan KK dari data, untuk menutupi itu sementara maka di tambah dana sedikit lagi karena tidak cukup dana sisa untuk di bayarkan kepada 27 KK tambahan,”cetus Yullen.

“Kami berharap, agar para Kepala Kampung se Distrik Kabupaten Yapen dan aparat Kampungnya, harus melakukan pendataan jumlah KK yang valid, jangan adalagi data yang belum masuk di dalam daftar,” tutupnya. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here