Bupati Intan Jaya Nilai Kesepakatan Tapal Batas Sebuah Sinyal Baik

0
254
BUPATI KABUPATEN INTAN JAYA NATALIS TABUNI SAAT MELAKUKAN PENANDATANGANAN TAPAL BATAS YANG BERBATASAN DENGAN TAMBANG EMAS GRESBERG, ANTARA KABUPATEN MIMIKA DAN INTAN JAYA YANG DI FASILITASI OLEH DIREKTUR JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTRIAN DALAM NEGERI DALAM RAPAT KOORDINASI DI HOTEL LUMINOR JAKARTA SENIN KEMARIN

Paraparatv.id | Jayapura |  Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menilai penandatanganan kesepakatan tapal batas wilayah Kabupaten Mimika, Intan Jaya, Paniai maupun Puncak merupakan sebuah sinyal yang baik di awal tahun 2020.

Sebab, persoalan tapal batas telah dibahas berkali-kali sejak tahun 2018. Bahkan tahun 2019, pembahasan telah dilakukan sebanyak tiga kali, hingga kembali tertunda karena tidak hadirnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

“Pembahasan sudah berkali-kali dari 2018. Puji tuhan di awal tahun ini (2020), Bupati Mimika (Eltinus Omaleng) hadir dalam pembahasan. Ini awal yang sudah menjadi kesepakataan bersama dan itu merupakan sinyal,” kata Bupati Natalis saat dihubungi, Kamis 12 Maret malam.

Menurutnya, kesepakatan ini tidah lebih berkaitan dengan keberadaan tambang dan lainnya.

“Saya pikir itu batas wilayah tidak lebih daripada masalah singgung hal-hal yang berkaitan dengan tambang  keberadaan tambang dan lain-lain.  Dengan peta ini akan bermuara ke penghasilan yang lain,” ujarnya,

FOTO BERSAMA BUPATI KABUPATEN INTAN JAYA NATALIS TABUNI USAI MELAKUKAN PENANDATANGANAN TAPAL BATAS YANG BERBATASAN DENGAN TAMBANG EMAS GRESBERG, ANTARA KABUPATEN MIMIKA DAN INTAN JAYA YANG DI FASILITASI OLEH DIREKTUR JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTRIAN DALAM NEGERI DALAM RAPAT KOORDINASI DI HOTEL LUMINOR JAKARTA SENIN  KEMARIN

Bupati Natalis memandang kesepakatan tapal batas wilayah Grasberg akan menjadi cikal bakal untuk mendorong Peraturan Dalam Negeri. Pemerintah Intan Jaya akan menanti keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian soal batas wilayah tersebut.

“Kami sudah tanda tangan, nanti tinggal kewenangan Kementrian Dalam Negeri untuk menerbitkan keputusan Menteri Dalam Negeri. Kami prinsipnya standbay saja untuk melanjutkan keputusan Mendagri,” kata dia.

Dia pun mengharap kesepakatan ini dapat dituangkan dalam Peraturan Mendagri tahun ini. “Dengan kesepakatan ini akan menghasilkan Peraturan Mendagri. Harapannya tahun ini bisa di tuangkan dalam peraturan menteri dalam negeri,” tuturnya.

Soal komentar DPRD Degiyai, Bupati Natalis memandang akan menjadi pembahasan tersendiri antara Pemerintah Degiyai dan Pemerintah Mimika.  Dia pun mempersilahkan jika Pemerintah Degiyai ingin membahas perbatasan dengan mengusulkan ke Pemerintah Pusat.

“Kami berada batas di kawasan Grasberg yang bersentuhan langsung tiga kabupaten itu dengan Mimika, Intan Jaya dan sudah (ada), kemudian Puncak dan Paniai juga berbatasan langsung dengan Mimika terutama di areal Grasberg,” paparnya seraya menjelaskan wilayah Dogiyai, Degiyai atau Nabire tidak bersentuhan dengan areal Tambang Grasberg. **(Er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here