58 Tahun YPK, Modernisasi Pendidikan Harus di Pacu

0
167

Paraparatv.id | Jayapura |  Di Usianya yang ke 58 Tahun Yayasan Persekolahan Kristen (YPK) di Tanah Papua, Era Moderenisasi Pendidikan dalam Membangun Kualitas Pendidikan di Tanah Papua harus terus di Pacu oleh sekolah-sekolah YPK di seluruh Tanah Papua.

Pernyataan ini di sampaikan Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Pdt.Albert Yoku,STh saat di mintai tanggapannya terkait Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Persekolahan Kristen (YPK) yang ke-58 Tahun yang tepat 8 Maret 2020. Dimana kata Albert Yoku perkembangan YPK yang di sejak 1962 dimana pada saat itu tanggung jawab  pengelolaan Pendidikan di tanah Papua dari Zending di serahkan penuh kepada GKI di Tanah Papua ,sehingga terjadi perubahan Nama Yayasan dari Stchting Voor Cristelyk Onderwys, di Indonesiakan menjadi Yayasan Persekolahan Kristen  atau (YPK).

Pertama sebagai Alumni SD YPK Ifar Besar tahun 1977 ini, dirinya mengharapakan BP. YPK  dibawah naungan Sinode GKI di Tanah Papua dan Gereja pendiri lebih meningkatkan kualitas pendidikan sekolah-sekolah YPK di banding kuantitas. Dengan mengembangkan kualitas Guru ,sarana prasarana, selain itu proses belajar mengajar di YPK  pada semua tinggkatan pendidikan  baik paud, TK, SD ,SMP dan SMU/SMK diberi perhatian serius

“Guru harus guru prodi yang lengkap, memiliki sertifikasi, fasilitas IT perlu di tunjang karena sekarang pendidikan sudah memasuki era digitalisasi. Semua sarana fisik YPK harus memadai ada Lab, perpustakaan.keterlibatan stakholeder terkait juga sangat di butuhkan, “ tutur Albert Yoku Minggu, 8 Maret 2020 .

Lanjutnya selain peenunjang kualitas pendidikan Alebrt Yoku juga memintah agar keterlibatan Aktif Komite sekolah juga sangat di Harapkan dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah –sekolah di bawah naungan YPK tersebut .

Albert Yoku menjelaskan saat dirinya masih menjabat sebagai ketua Sinode GKI di Tanah Papua , jumlah sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Persekolahan Kristen (YPK) yakni 833 sekolah , guru sebanyak 700 guru, 87 ribu siswa” dari tahun 1923 samapai 1961 gereja menangani pekerjaan pendidikan melalui tugas-tugas rutin dalam gereja sekaligus dimana ada Gereja disitu ada sekolah orang saat itu belajar di dalam gedung gereja pada satu tempat belajar,bukan seperti sekarang yang di bagi pada tingkatan-tingkatan kelas,” imbuhnya.

Mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dua periode ini mengharapkan ,pada tanggal 8 maret 1962 Yasan Persekolahan Kristen atau YPK itu pertama kali di dirikan , dirinya berharap YPK saat ini tidak lagi mengejar kuatitas malainkan harus mengejar kulitas atau mutu pendidikan dimana sekolah saat ini menuju ke era moderniasasi pendidikan, sehingga pendidikan tidak lagi di fokuskan pada kelas melainkan , sekolah harus menjadi media dimana guru hanya menjadi fasilitator untuk mengajarkan anak memahami teknologi untuk mengakses dunia pendidikan tetapi juga harus di dukung dengan pendidikan karakter/akhak anak didik itu sendiri perlu di bentuk untuk menjawab perkembangan mental sikologis manusia moderen saat ini . (Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here