Bupati Jayapura : Kampung Yoka jadi Mercusuar Peradaban Generasi Muda Papua Kedepan

0
497
BUPATI JAYAPURA, MATIUS AWETAUW BERSAMA ONDOFOLO KAMPUNG YOKAN, TITUS MEBRI DAN TAMU UNDANGAN SERTA PARA PELAYAN FIRMAN USAI MELAKSANAKAN IBADAH HUT KE-64 TAHUN KAMPUNG YOKA, (OWEN)

Paraparatv.id | Sentani | Bupati Jayapura, Matius Awoitauw mengatakan usia ke-64 tahun, Kampung Yoka harus mempersiapkan diri menjadi mercusuar Peradaban Generasi Muda papua di masa yang akan datang .

Hal itu di sampaikan, Bupati Matius Waoitauw saat menyampaikan samburan pada acara perayaan Hari ulang tahun Kampung Hebaebulu Yoka yang ke-64 tahun 2019, yang berlangsung di halaman Obhe Ondofolo Kampung Yoka, Kamis, 2 Januari 2020 .

BUPATI JAYAPURA, MATIUAS AWETAUW (DUA DARI KANAN) BERSAMA ONDOFOLO KAMPUNG YOKA DAN ENAM KOSELO KAMPUNG YOKA

Matius, mengatakan peradaban Tanah Papua semuanya, berawal dari kampung Yoka sebagai kampung di wilayah pesisir Sentani, yang menjadi pusat peradaban Agama, Pendidikan  dan Pemerintahan berawal dari Yoka tidak heran sending pertama keturunan roh kudus pada masa sending Belanda yang sering di lakukan di kampung Yoka.

BUPATI JAYAPURA, MATIUS AWOITAUW

” Acara-acara keturunan rohol kudus itu seluruh Sentani selalu di adakan di sini di yoka, jadi itu suasana yang luar biasa, saya menyaksikan saat-saat itu,“ ujarnya pada perayaan Hut Kampung Yoka ke-64 tahun 2020 di Yoka

Dirinya menegaskan Bahwa Yoka menjadi salah satu mercusuar  untuk mempersiapakan peradaban–peradaban generasi muda Tanah Papua kedepan  sehingga membandingkan Yoka hari ini menjadi bahan evaluasi yang penting bahwa Yoka harus kembali kepada sejarah, dan membangun kedepan melihat kejayaann itu, sehingga di tekankan bahwa generasi muda baik SD, SMP, atau di sekolah minggu baik guru-guru maupun pengasuh tidak boleh di abaikan.

“Masyarakat Adat, Pemerintah dan Gereja harus memberikan perhatian pada para pengasuh sekolah minggu, kita harus komitmenkan bahwa hari ini kita tanamkan generasi muda yang luar biasa punya karakter membangun yang bisa menghargai persaudaraan,”tuturnya.

BUPATI JAYAPURA, ONDOFOLO YOKA DAN PARA UNDANGAN

Lanjut Bupati Jayapura jika ada susana atau perbedaan-perbedaan di dalam kampung yoka, bukanlah sesuatu yang berat karena mereka satu keluarga, oleh karena itu pemahaman-pemahaman seperti ini harus di tanamkan kepada generasi muda bahwa tidak boleh ada perpecahan jangan ada perasaan-perasaan yang menciptakan konflik karena menurutnya ini adalah keluarga bersalah dari moyang yang sama di tanamkan pada generasi mudah bahwa perbedaan ini tidak ada, sehingga dirinya menegaskan kepada Meangge fafa yang melaksanakan acara tahun ini  ini sebagai satu kekuatan besar, anak-anak yang punya mama dari yoka  akan menjadi kekuatan dengan semangat seorang ibu mereka bisa membaur menjadi satu siapapun dia supaya menjadi kekuatan untuk membangun.

BUPATI JAYAPURA, ONDOFOLO , PELAYAN FIRMAN DAN KEPALA KAMPUNG SAAT MEMOTONG KUE ULANG TAHUN KAMPUNG YOKA

Sementara Kepala Kampung Yoka, Antonius Mebri mengapresiasi panitia, dan mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan masyarakat atas capaian-capaian yang di lakukan selama ini sehingga dirinya meminta masyarakat di usia kampung yoka ke-64 tahun harus lebih pro aktif mengikuti perkembangan jaman di era digitalisasi saat ini.

“Terima kasih banyak kami dari pemerintah Kampung  atas  dukungan masyarakat masyarakat  kita bukan di tinggal di zaman batu lagi, sehingga kita saman Digital sekarang. Segala yang kita buat itu ikuti peradaban,  perilaku yang tidak baik harus di tinggalkan untuk mendukunga capaian pembangunan yang di lakukan saat ini,”tuturnya.  

KEPALA PEMERINTAHAN KAMPUNG YOKA, ANTONIUS MEBRI

Antonius Mebri menegaskan apa yang telah di wariskan orang tua pendahulu harus di kembangkan sebagai generasi emas yang hiudp di jaman ini,

“kita ini generasi emas anak-anak yang punya pemikiran harus lebih maju, “ ucapnya.

JURU BICARA ONDOFOLO YOKA, YULES OLUA

Mewakili Ondofolo Kampung Hebaebhulu Yoka, Yules Olua meminta sumbangsi pengetahuan yang luar biasa dari generasi saat ini di usia ke 64 tahun, di sumbangkan untuk membangun Kampung Yoka ke depan, sehingga dirinya mengakui waktu terus berputar masa mereka akan segera selesai jika mereka pergi maka generasi yang berikut ini sebagai pengganti.

“Pengetahuan yang luar biasa seperti ini mari sumbangkan untuk bangun Kampung ini, waktu telah berganti dan kami telah memasuki usia sebagai orang tua ketika kami pergi kamulah penerus dari kampung ini untuk itu saya  mengajak anak-anak muda bangun Kampung ini, “katanya. 

Lanjutnya pihak Adat kami juga  ingin sampaikan bahwa  kita saling bekerjasama dengan sehati membangun jiwa masyarakat ini.**(Nees/Sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here