Kadisorda Berjanji Menyelesaikan Administrasi Tim POPNAS Papua

0
232
TIM POPNAS KARATE PAPUA, SAAT MELAKUKAN PEMUSATAN LATIHAN DI HALAMAN KANTOR OTONOM PROVINSI PAPUA

Paraparatv.id | Jayapura | Terkait adanya atlit Popnas Papua dari enam cabang olahraga yang di keluarkan dari tempat penampungan Hotel Gamalama Abepura, akibat terlambatnya penyelesaian administrasi penyewaan Hotel dari penanggung jawab kontingen, kepala Plt.Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa menegaskan akan bertanggung jawab dengan seluruh administrasi dan Hak-hak atlit pelajar, Pelatih dan oficial cabang olahraga.

“Tetap menjadi tanggung jawab kami, dari sisi adminitrasi yang harus kita selesaikan dalam minggu ini akan diselesaikan, ini karna ada keterlambatan penyelesaian administrasi, aspek akomodasi dan lainnya,”kata Alex saat di hubungi melalui telepon, Selasa 9 September 2019.

Dirinya juga membantah adanya pemulangan atlit Popnas Papua dari penampungan ke rumah masing-masing,  pihaknya hanya memindahkan atlit ke hotel yang lama ke penampungan atlit yang baru.

“Perlu saya klarifikasikan, katakanlah yang keluar dari Gamalama, kita pindahkan ke Meta Star, tidak dipulangkan, sekaligus kita menyelesaikan administrasinya, itu tanggung jawab kami,”jelas Kadisorda Papua.

Pihaknya juga akan memetahkan atlit-atlit dari 6 cabor yang di minta keluar dari hotel Gamalama, dan mencari solusi untuk menampung para atlit.

“Bagi yang emergency, tidak ada toleransi dari pihak hotel, akan kita tampung, tapi untuk training center tetap akan berjalan terus,”jelas Kadisorda.

Dirinya mengakui terjadi keterlambatan penyelesaian admnistrasi dengan pihak perhotelan, diakibatkan situasi di dalam kantor, dan kondisi Jayapura saat ini. “Kondisi kantor, dan kondisi Jayapura saat ini sangat mempengaruhi dinamika administrasi di perkantoran hampir sama semua di kantor Gubernur,”jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan seluruh program latihan yang telah ditetapkan, sampai saat ini semua cabang olahraga masih menjalani sesuai  scedule yang ditetapkan

Terkait, hak-hak atlit, pelatih dan oficial seluruh cabor yang belum terbayarkan akan menjadi perhatian serius Kadisorda Papua untuk menyelesaikan.

“Terutama yang menyangkut Hak, itu menjadi skala priorotas bagi kami, saya sudah perintahkan staf saya untuk menjadi prioritas, nanti setelah adminitrasi kita beres dalam minggu ini kita prioritaskan hak-hak atlit, pelatih dan oficial,”cetus Kadisorda.

Sementara itu, Fadel Alhamid, salah satu orang tua Atlit Popnas cabor Karate, menyayangkan kejadian yang dialami tim Popnas Papua saat ini,

Karena sejak awal, orang tua sudah berharap penuh para atlit yang disiapkan untuk menghadapi Popnas tahun 2019, bisa menjadi bibit unggul atlit Papua dalam mengharumkan Papua untuk berprestasi pada event nasional mendatang.

“Dengan kondisi ini kami orang tua prihatin, karena anak-anak yang sekarang ikut Popnas, mereka ini  yang akan memperkuat Papua untuk PON 2024 nanti, jadi mereka ini adalah harapan masa depan olahraga di Papua kedepan”ungkap Fadel saat di hubungi via telepon selularnya.

Dengan kejadian ini sangat mempengaruhi dan mengendorkan motivasi dan semangat para atlit muda untuk berlatih. Fadel berharap pemerintah untuk memajukan olahraga di Papua, masalah ini harus dilihat secara serius  dan yang terpenting semangat anak-anak jangan sampai kendor untuk berlatih.

Pelatih Karate Popnas Papua, Visnu Kelana mengatakan, pemusatan latihan cabang Karate masih terus dilakukan sesuai program latihan yang dijadwalkan Tim pelatih Karate Papua.

“Kita tetap latihan seperti biasa, anak-anak dari kota Jayapura, dan Sentani sekitarnya pulang kerumah, hanya dari nabire, 4 orang yang dari pihak dinas pindahkan ke hotel Meta Star,”ungkap Visnu kepada paraparatv.id

Berikut enam cabor peserta popnas Papua yang dikeluarkan dari Hotel Gamalama, yaitu Cabor Panahan, Tenis Meja, Tarung Drajat, Pencak Silat, Karate dan Basket.**(Paraparatv.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here