Paraparatv.id | Jayapura | Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) menggelar aksi mimbar terbuka di kawasan Tugu Pendidikan, Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu 30 September 2026
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, Paulinus Ohee selaku Kordinator KMP3R menegaskan tiga hal mendasar: bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar negara yang mempersatukan seluruh bangsa, peristiwa G30S/PKI 1965 merupakan pengkhianatan terhadap Pancasila yang harus menjadi pelajaran sejarah, serta Papua adalah bagian sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan landasan tersebut, koalisi menyampaikan lima poin sikap tegas:
Pertama, menegaskan kesetiaan mutlak kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu-satunya ideologi dan dasar negara. KMP3R menolak segala bentuk ideologi yang bertentangan, termasuk komunisme, separatisme, dan intoleransi di tanah Papua.
Kedua, mengenang dan menghormati jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Semangat pengorbanan mereka menjadi teladan bagi pemuda Papua dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ketiga, mendukung penuh Pemerintah Provinsi Papua dalam menjalankan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, serta perlindungan Hak Asli Papua (OAP) sesuai amanat Otonomi Khusus.

Keempat, mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda Papua mengisi Hari Kesaktian Pancasila dengan aksi nyata: menjaga persatuan, menolak hoaks dan provokasi yang memecah belah, serta menjadi garda terdepan merawat kedamaian di Papua.
Kelima, menolak segala upaya yang mengatasnamakan kebebasan namun sejatinya melemahkan Pancasila dan merusak persatuan nasional, yang dinilai sebagai bentuk neokolonialisme.
KMP3R berharap semangat Pancasila terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat Papua demi keutuhan bangsa serta kemajuan bersama.
Aksi mimbar berjalan lancar dan aman, setelah aspirasi di sampaikan secara terbuka massa membubarkan diri dengan tertib.(Redaksi)














