Paraparatv.id | Jayapura | PT PLN (Persero) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) membahas kondisi kelistrikan dan pengembangan energi terbarukan di Tanah Papua dalam audiensi strategis yang digelar di Jayapura pada 16 September 2026.
Pertemuan tersebut menyoroti upaya memperkuat keandalan sistem jaringan listrik, menghadapi tantangan operasional akibat kondisi geografis Papua, serta mendukung Kebijakan Energi Nasional. PLN dan DEN juga membahas rencana implementasi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt.
Anggota Pemangku Kepentingan DEN dari unsur akademisi, Johni Jonatan Numberi, mengapresiasi upaya PLN dalam menjaga layanan kelistrikan di Papua. Ia mengatakan sejumlah kendala yang ditemukan di daerah akan dibawa menjadi bahan pembahasan di tingkat pusat.
“Penjelasan PLN memberikan gambaran yang jelas bagi kami di Dewan Energi Nasional maupun Pemerintah Provinsi Papua. Kami menilai upaya dan pelayanan PLN dalam menjaga keandalan sistem jaringan untuk melistriki Papua sudah sangat baik,” kata Johni.
Menurut Johni, percepatan pembangunan kelistrikan di Papua membutuhkan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, dan sektor swasta, baik dari tingkat lokal hingga internasional.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan PLN terus berupaya memperluas akses listrik yang andal dan merata di Tanah Papua. Upaya itu dilakukan di tengah tantangan geografis dan demografis wilayah tersebut.
“Kolaborasi dan dukungan dari Dewan Energi Nasional sangat berarti bagi PLN. Kami berharap sinergi ini terus terjalin agar upaya mengatasi berbagai tantangan kelistrikan di Papua mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” ujar Roberth.
PLN, DEN, dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen melanjutkan sinergi untuk memperkuat ketahanan energi serta memastikan layanan listrik menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok Tanah Papua.(*)














