Example floating
AdvetorialPolitik

Sekjen DPP HNSI Dorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Nelayan Papua

88
×

Sekjen DPP HNSI Dorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Nelayan Papua

Sebarkan artikel ini
Sekjen DPP HNSI, Lydia Assegaf, S.E., saat di wawancarai oleh media usai pembukaan Musda I HNSI DPD Provinsi Papua di Jayapura, Senin (20/4).

Paraparatv.id | Jayapura | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Lydia Assegaf, S.E., menegaskan bahwa HNSI merupakan wadah perjuangan nelayan dalam melindungi, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) I HNSI DPD Provinsi Papua di Jayapura, Senin (20/4).

Menurut Lydia, HNSI adalah rumah besar bagi nelayan Indonesia, tempat berhimpun untuk menyuarakan aspirasi serta memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, seluruh pengurus HNSI di berbagai wilayah, termasuk Papua, memiliki tanggung jawab untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi nelayan agar bergabung dan berpartisipasi aktif.

“Tema ‘Nelayan Sejahtera, Negara Kuat’ menegaskan bahwa kekuatan bangsa bertumpu pada kesejahteraan nelayan sebagai salah satu pilar ekonomi maritim,” ujarnya.

Ia menyebut, Papua memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan akses permodalan, teknologi, pasar, serta infrastruktur yang belum merata.

Meski begitu, Lydia mengungkapkan adanya kabar baik terkait rencana pembangunan 210 titik kampung nelayan di Papua. Program tersebut dinilai sebagai peluang besar yang harus didukung bersama.

“Program ini harus disambut baik dan hnsi harus berdiri ke depan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk bisa mengawal bagaimana program kampung nelayan ini betul-betul bisa terwujud dan tentunya HNSI harus mengajak masyarakat nelayan memahami bahwa kampung nelayan ini adalah peluang emas bagi kita untuk bisa lebih maju sehingga masyarakat nelayan, masyarakat kita di semua wilayah perkampungan nelayan ini wajib untuk mendukung demi kesejahteraan kita bersama,”ucapnya.

Ia juga mendorong agar pengurus HNSI Papua segera melakukan audiensi dan membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor perikanan, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), guna memastikan program-program yang dirancang dapat diimplementasikan secara optimal.

Lebih lanjut, Lydia memaparkan sejumlah program prioritas HNSI, di antaranya penguatan kelembagaan dan keanggotaan melalui pendataan nelayan yang akurat berbasis nama dan alamat, sehingga setiap program dapat tepat sasaran.

Selain itu, penguatan koperasi nelayan HNSI juga menjadi fokus utama sebagai wadah ekonomi bersama. Melalui koperasi, nelayan diharapkan tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bergerak secara kolektif dan memiliki daya tawar yang lebih kuat.

“Koperasi akan kita sinergikan dengan berbagai mitra, baik dalam hal permodalan, pemasaran, maupun pengembangan usaha, sehingga nelayan bisa lebih mandiri dan berdaya,” jelasnya.

HNSI juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah, seperti kampung nelayan dan koperasi nelayan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau.

Lydia mengajak seluruh pengurus HNSI yang akan terpilih untuk membangun organisasi yang solid, berintegritas, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder di Papua.

Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui pendidikan, guna melindungi generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba, serta mewujudkan generasi emas Papua menuju Indonesia Emas 2045.

“HNSI harus menjadi rumah besar nelayan Papua yang mampu menampung aspirasi dan memperjuangkan kepentingan mereka secara nyata,” tutupnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *