Paraparatv.id | Keerom |Kampung Pyawi, Distrik Mannem menunjukkan komitmennya dalam memerangi malaria. Kali ini, Aparat Kampung bersama Tokoh Masyarakat dan kader malaria ikut terlibat dalam menyusunan Peraturan Kampung (Perkam) Eliminasi Malaria.
Melalui pertemuan koordinasi tingkat Kampung, Pyawi menegaskan percepatan eliminasi malaria bukan hanya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan gerakan bersama atau kolaborasi lintas lembaga.
Magdalena (33) Tokoh Perempuan kampung Pyawi yang hadir pada pertemuan tersebut menyatakan komitmennya untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian malaria.
“Perkam ini harus dibuat karena di kampung kami banyak masyarakat sakit Malaria,” tegasnya.
Magdalena datang ke kantor kampung Pyawi bersama suaminya yang merupakan Tokoh Pemuda pada pukul 10.00 WIT mengatakan bahwa diskusi penyusunan Perkam merupakan hal yang baru baginya, tetapi tidak mengurangi antusiasnya.
“Diskusi pembahasan Perkam ini sebenarnya baru buat saya, tapi saya tetap antusias karena ingin tahu dan ikut terlibat” ungkapnya.
Magdalena yang juga adalah ibu rumah tangga menyampaikan harapannya usai mengikuti pertemuan koordinasi tingkat kampung.
“harapannya kedepan, suami, anak saya dan masyarakat di sini tidak mudah terdampak sakit malaria,” tutupnya
Ada dua poin penting pada pembahasan Perkam yakni, setiap penduduk Pyawi berkewajiban menggunakan kelambu anti nyamuk dengan benar dan sesuai dengan fungsinya.
Kemudian, setiap penduduk yang positif malaria berkewajiban menghabiskan obat anti malaria hingga tuntas.(Chris)
















