Example floating
BERITAPeristiwaPolitik

BTM-CK Gugat Hasil PSU Pilgub Papua: Mari Kita Jemput Kebenaran di Mahkamah Konstitusi

2299
×

BTM-CK Gugat Hasil PSU Pilgub Papua: Mari Kita Jemput Kebenaran di Mahkamah Konstitusi

Sebarkan artikel ini
Benhur Tomi Mano dan Constant Karma

Paraparatv.id | Jayapura | Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 01, Benhur Tomi Mano-Konstant Karma mengajukan gugatan hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua (Pilgub) 2025.

Langkah Paslon BTM-CK ini tersirat dalam pidato ucapan terima kasih kepada rakyat Papua yang telah setia ikut berjuang selama 11 bulan dalam Pilkada pada Jumat 22 Agustus 2025.

“Izinkan saya memulai pidato ini dengan hati yang bergetar. Hati yang penuh syukur, penuh haru, karena saat ini kita masih bisa berdiri bersama. Kita berkumpul bukan untuk merayakan akhir, melainkan untuk mengenang sebuah perjalanan panjang, sebelas bulan yang penuh doa, penuh peluh, penuh air mata, dan penuh pengorbanan,” ucapnya.

Sebelas bulan di mana ada yang jatuh sakit tetapi tetap hadir di jalan perjuangan. Sebelas bulan di mana ibu-ibu menjual pinang dan berasnya demi membantu gerakan ini.

BTM menyampaikan bahwa sebelas bulan penuh liku-liku telah membekas di benak. Dimana anak-anak muda meninggalkan kenyamanan demi mengetuk pintu rumah rakyat, sementara orang tua naikan doa setiap malam agar langkah tidak goyah.

“Saudara-saudaraku, inilah yang membuat saya menundukkan kepala. Karena perjuangan ini bukan milik saya, bukan milik satu orang. Perjuangan ini adalah milik kita semua yang keringatnya menetes di jalanan. Milik mereka yang suaranya terbungkus dalam doa, milik mereka yang dengan sederhana berkata,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi para relawan yang setia mengetuk pintu rumah rakyat, mengibarkan bendera, menjaga TPS meski hujan dan panas. Para pendukung dan simpatisan yang tidak pernah surut walau badai menerpa.

Demikian pula, para tokoh masyarakat adat yang menjaga identitas dan martabat orang Papua di tengah gelombang demokrasi nasional. Para tokoh agama, para pendeta, gembala, imam, ustadz, dan seluruh umat beriman yang mendoakan agar langkah tetap dalam ridha Tuhan.

Ungkapan terima kasih juga BTM sampaikan untuk Para aparat keamanan yang masih menjaga rakyat dengan hati nurani. Para kuasa hukum yang membela suara rakyat di medan hukum.

Tak luput, para kader dan simpatisan partai, terutama PDI Perjuangan sebagai pengusung utama, dan PKN sebagai partai pendukung.

Teristimewa, Ibu Megawati Soekarnoputri yang mengajarkan arti kesetiaan dan konsistensi perjuangan, serta Cak Anas Urbaningrum yang menghadirkan kejernihan di tengah politik yang penuh intrik.

Selain kepada kader, BTM-CK juga memberikan penghormatan kepada wartawan, media massa, dan pers. Karena lewat pena, kamera, dan mikrofon kalian, perjuangan rakyat Papua bergema ke seluruh penjuru negeri.

“Sebelas bulan lamanya kita menempuh jalan ini. Relawan, dengan peluh yang tak pernah berhenti. Tim hukum, dengan mata yang tak pernah tidur.Tim doa, dengan bibir yang tak pernah alpa menyebut nama kita di hadapan Tuhan.
Merekalah alasan kita masih berdiri hari ini. Merekalah bukti bahwa perjuangan ini bukan milik satu orang, tapi milik semua,” ucapnya.

BTM menyebut selama sebelas bulan, setiap hari tanpa henti, semua menyalakan api iman dan pengharapan. Tanpa doa, mungkin langkah ini sudah lama runtuh, namun karena doa, perjuangan ini tetap berdiri, tetap kokoh hingga hari ini.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para simpatisan. Mungkin kalian tidak pernah hadir di rapat. Mungkin nama kalian tidak tercatat dalam struktur tim. Tapi saya tahu, diam-diam kalian ikut berdoa, ikut memilih dengan hati nurani. Kalian adalah bagian yang tak terlihat, tapi nyata,” ungkapnya.

Menurut BTM, peran anak-anak muda dan netizen sangat penting di tengah gempuran berita bohong dan propaganda yang menyesatkan. Ia berpesan agar setop dengan ejekan di WA group, TikTok, Facebook, dan media sosial pada hari ini.

“Jangan ejek tanah ini, jangan ejek martabat orang Papua. Jangan pernah anggap kecil peranmu, karena di zaman ini, perjuangan juga terjadi di layar ponsel dan di dunia digital,” tekannya.

BTM melihat anak-anak muda, dengan motor tuanya, berkeliling kampung membawa pesan perjuangan, tanpa peduli hujan atau panas. Lalu, orang tua yang renta, duduk di rumahnya, berdoa dalam kesunyian malam.

Semua itu adalah bukti demokrasi sejati lahir bukan dari istana megah, tapi dari bawah. Lahir dari rakyat, lahir dari hati yang tulus. “Itulah kekuatan kita!,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, BTM mempertegas bahwa kehadirannya bukan untuk memperdebatkan lagi keputusan KPU. Namun, melangkah dengan satu tujuan menjemput kebenaran di Mahkamah Konstitusi.

“Kita semua melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana suara rakyat diperlakukan semena-mena. Angka-angka dihapus dengan tipe-x, seakan suara rakyat bisa dihapus begitu saja dengan sebotol cairan putih,” ungkapnya.

Bagi BTM, suara rakyat bukan angka di atas kertas. Suara rakyat adalah denyut hati, napas, dan harapan.

“Cairan putih itu mungkin bisa menutup tinta, tapi tidak pernah bisa menghapus nurani. Sama seperti sungai yang deras, meski alirannya coba ditutup, air akan mencari jalan. Begitu pula kebenaran. Ia mungkin tertahan sebentar, tapi pada akhirnya ia akan sampai juga ke muara keadilan,” tuturnya.

BTM pun menyampaikan pesan kepada penyelenggara pemilu, kepada KPU Papua agar berani menyatakan kebenaran. Sebab, sudah terlalu banyak bukti kecurangan dalam proses PSU.

“Tuhan tidak akan membiarkan apa yang kamu lakukan hari ini. Ingat, apa yang kamu lakukan akan ditanggung akibatnya oleh anak cucumu di atas tanah ini. Apa yang ditabur, itulah yang akan dituai, cepat atau lambat,”
lugasnya.

Fakta Suram PSU Pilgub Papua

BTM-CK juga mengajak rakyat melihat fakta. Dimana hampir seluruh kekuatan politik besar berdiri di belakang mereka. Namun setelah semua suara dihitung selisihnya hanya 0,81 persen.

“Aalah artinya Benhur Tomi Mano dan Costan Karma, apalah artinya dua partai, Jika bukan Tuhan yang bekerja. Jika bukan rakyat yang bersuara,tak mungkin kita berdiri sejajar menghadapi kekuatan sebesar itu,” ujarnya.

BTM juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama kepada Menteri Dalam Negeri yang telah memberi perhatian kepada Papua. Demikian pula kepada Kapolri dan Kapolda Papua, dimana di lapangan ada dinamika yang menimbulkan luka dihati Rakyat.

“Kita juga tahu, masih banyak aparat yang berdiri di sisi rakyat dengan jujur. Kepada mereka, saya angkat hormat. Hanya dengan aparat yang benar-benar berdiri di sisi rakyat, demokrasi bisa tetap tegak,” katanya.

Tegaskan Komitmen Dukung Program Strategis Nasional

BTM turut menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai Program Strategis Nasional (PSN) dan program-program berbasis kerakyatan demi mewujudkan masyarakat Papua yang sejahtera, berdaya saing, dan berkeadilan.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah dukungan penuh terhadap Program Strategis Nasional yang tengah dijalankan pemerintah pusat di Tanah Papua, khususnya dalam bidang infrastruktur, konektivitas, ketahanan pangan, dan digitalisasi layanan publik.

Ia meyakini percepatan pelaksanaan PSN akan membuka aksesibilitas, menurunkan biaya logistik antarwilayah, dan memperkuat fondasi pembangunan ekonomi di seluruh penjuru Papua dari pesisir hingga pegunungan.

Lebih lanjut, BTM juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap program Koperasi Merah Putih.

Melalui koperasi berbasis kampung yang tersebar di pelosok Papua, pihaknya bertekad menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah, menghidupkan kembali semangat gotong royong, dan menjadikan koperasi sebagai alat kedaulatan ekonomi masyarakat adat.

BTM menilai Koperasi Merah Putih tidak hanya diberdayakan secara modal dan manajerial, tetapi juga difasilitasi untuk terhubung dengan pasar regional dan nasional secara digital.

Dalam sektor sosial dan pendidikan, BTM-CK mendukung kebijakan terobosan berupa program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak usia sekolah, khususnya di daerah pedalaman dan terpencil.

Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi intervensi nyata untuk menurunkan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, dan membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Sebagai wujud perhatian terhadap akses pendidikan berkualitas, kamu iuga mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi di berbagai wilayah strategis Papua,” terangnya.

Menurut BTM, sekolah-sekolah ini akan menjadi model pendidikan unggulan yang inklusif, mempersatukan anak-anak dari berbagai latar belakang, serta mengedepankan semangat kebangsaan, toleransi, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Dengan semangat Papua Maju, Mandiri, dan Berbudaya, kami siap menghadirkan visi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, mendorong kolaborasi antara pusat dan daerah, serta memastikan bahwa tak satu pun anak bangsa di Papua tertinggal dalam arus kemajuan,” cetusnya.

Banteng Boleh Ditekan Tapi Pantang Menyerah

Berkaitan dengan situasi politik di Papua, BTM-CK menegaskan bahwa banteng boleh disakiti, boleh ditekan, tetapi banteng tidak pernah menyerah. Merah di tubuhnya bukan hanya warna, tetapi simbol darah rakyat yang rela berkorban demi keadilan.

Dalam perjuangan ini, banteng memiliki PKN, sahabat seperjalanan, rumah baru yang berani menyalakan api perlawanan. Dimana PDIP dan PKN bersama membuktikan bahwa politik bukan hanya soal kursi, tapi soal keberanian menjaga masa depan.

“Perjuangan kita bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi gubernur, tapi soal siapa yang menjaga martabat rakyat Papua. Tentang generasi mendatang yang berhak hidup dalam demokrasi yang jujur, tanpa tipu daya,” katanya.

BTM tidak menginginkan anak-anak Papua tumbuh dengan pelajaran buruk bahwa suara bisa dihapus dengan Tipe-x.

“Kita ingin mereka belajar bahwa kebenaran mungkin tertunda, tetapi tidak pernah kalah. Karena itu, perjuangan ini kita jalani bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Papua yang lebih bermartabat, dan untuk Indonesia yang lebih adil,” ungkapnya.

Dalam perjalanan ini, mungkin ada kata-kata keras yang keluar dari mulut terhadap aparat. Namun ketegasan itu bukan ditujukan kepada institusi, melainkan kepada oknum-oknum yang menyalahgunakan seragam.

“Kita tahu, masih banyak polisi yang baik. Masih banyak aparat yang berdiri di jalanan, menjaga TPS, mengatur lalu lintas, dan mengawal rakyat dengan hati nurani. Kepada mereka, saya angkat hormat. Karena mereka membuktikan, seragam itu bukan sekadar kain, tetapi lambang pengabdian,” ucapnya.

Netralitas TNI Napas Segar Bagi Demokrasi di Papua

Sebaliknya, BTM menyampaikan terima kasih karena TNI, karena telah menjaga netralitasnya. Dimana TNI tetap berdiri sebagai pengawal bangsa, bukan pengawal kepentingan sesaat.

“Netralitas TNI adalah napas segar bagi demokrasi di tanah Papua, dan rakyat melihat serta menghargainya. Karena itu, saya ingin menegaskan: perjuangan kita ini bukan untuk melawan aparat,” tandasnya.

BTM menambahkan bahwa perjuangan ini adalah untuk bersama-sama menjaga marwah demokrasi. Menurutnya, tanpa aparat yang baik, mustahil demokrasi ini bisa terjaga.

Untuk itu, ia mengajak rakyat tetap bersatu mengawal proses hukum ini dengan doa, dengan hati yang teguh, dan dengan keberanian.

“Kita tidak akan pernah mundur. Karena selama merah banteng masih berkibar, selama doa masih dipanjatkan, selama rakyat masih berdiri teguh, perjuangan ini tidak akan padam. Apalah arti kami tanpa rakyat, apalah arti partai tanpa doa. Tetapi bersama rakyat dan Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Papua dari rakyat kita datang, bersama rakyat kita berjuang, dan untuk rakyat kita akan menang,” pungkasnya. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *