Paraparatv.id | Jayapura | Sebuah komitmen yang kuat dalam mendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Papua Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) ditunjukan masyarakat Pulau Nusalaut, Propinsi Maluku di Kota Jayapura.
Hal itu ditunjukkan dengan prosesi adat berupa formasi perahu gandong Nusahulawano 171 oleh sesepuh dan pemuda Pulau Nusalaut, yang menghampiri BTM bersama sang istri Christina L. Mano sebelum ibadah bersama di Kediaman BTM, di Jln. Jeruk Nipis Kotaraja, Minggu (11/5/25).
Perahu gandong yang melambangkan semangat persaudaraan, dukungan, dan kekeluargaan yang kuat, kemudian membawa BTM dan sang istri masuk kedalam lingkaran perahu tersebut dan menghantarnya menuju podium yang menjadi panggung ibadah bersama.
Airmata haru pun tampak tak bisa ditahan oleh calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) yang berdiri didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano.
Suasana prosesi Perahu Gandong sebelum acara doa dan syukur keluarga besar Nusahulawano 171 di Kota Jayapura dan sekitarnya, seakan mengeluarkan aura khidmat.
Sebab, jalannya formasi Perahu Gandong diiringi dengan tiupan alat musik dan prolog dari para tetua Nusahulawano 171 di Provinsi Papua.
Nusahulawano 171 adalah sebuah Organisasi Masyarakat Pulau Nusalaut di Propinsi Maluku, yang menghimpun dan menjadi jembatan komunikasi dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya antara warga Negeri yang berada di Pulau Nusalaut maupun yang berada di rantau.
Sementara 171 menggambarkan satu-kesatuan dari makna 1 Pulau 7 Negeri Menjadi 1.
Ibadah yang dipimpin Pdt. Debby Watimena, Pdt. Firda dan Pdt Lewakabessy berlangsung penuh suasana khidmat.
Abraham Aihuan, selaku sesepuh Nusahulawano 171 di Papua dalam sambutannya secara terbuka mengungkapkan bahwa selama ini perhatian BTM kepada masyarkat Maluku di Kota Jayapura dan sekitarnya sangat besar.
Diceritakan, hal itu salah satunya saat peristiwa banjir di Maluku tahun 2013.
Ia dipanggil BTM yang saat itu Wali Kota Jayapura, untuk menerima bantuan pakaian dan uang agar disalurkan kepada korban banjir disana.
“Saya dipanggil pak BTM yang saat itu Wali Kota. akhirnya saya berasama almarhum pak Bob Patipawae bertemu beliau. Kami diberikan dana dan bantuan barang lainnya untuk kami bawa ke Ambon. Tapi BTM pesan, jangan bilang ini dari saya. Tapi dari warga kota yang ada di Jayapura,” ceritanya.
Penegasan dukungan pada BTM-CK dikemukakan Ketua Pemuda Nusahulawano 171, Akso Watimena.
“Ini satu komitmen yang kita buat. Jangan kita abal-abal. Kita komitmen. Tidak ada satupun yang bisa intervensi kita. Kita kawal. Itulah harga diri kita. Kita semua atas nama orang tua, leluhur dan Tuhan Allah telah menyampaikan komitmen kita,” tegas Akso.
Ditegaskan juga, bahwa sudah katakan setuju dan relawan sudah terbentuk.
“Bukan saja orang Nusahulawano tapi kita cerita kabar baik pada semua orang. Mari kita bersama antar bapak BTM-CK sampai Dok 2,” ungkapnya.
Menerima dukungan tersebut, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dalam sambutannya, mengenang jasa para tetua dan pendahulu dari wilayah Maluku yang datang dan membawa Injil serta mengajar di Papua.
“Kami orang Tabi, Port Numbay diajari bagaimana mengenali Injil itu dari saudara sekalian yang datang ke negeri kami. Saya bisa pintar dan cerdas serta berdiri disini karena saudara yang datang ke negeri kami. Diberkatilah saudaraku semua yang datang ke tanah ini, yang juga telah mengajar kami mengenal Injil,” urainya.
BTM dalam kesempatan itu juga mengapresiasi dukungan dari keluarga besar Nusahulawano 171.
Diceritakan, dirinya tidak pernah rasis, sebab apa yang selama ini digaungkan sebagai seorang anak adat wilayah Tabi, untuk menjadi Gubernur Papua dan memimpin negerinya sendiri adalah bentuk afirmasi yang diatur dalam UU Otonomi Khusus Papua.
“Kadang mereka yang suka buat isu mengatakan itu rasis dan lainnya. Itu bukan rasis. Tapi kita bicara UU Otsus yang mengamanatkan afirmasi. Hargailah hak kesulungan kami. Dan semua orang yang datang dan tinggal di Papua adalah saudara kami,” pungkas BTM.
Sementara, Calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Constant Karma (CK) yang turut hadir dalam sambutannya menyatakan, bahwa hakikat tertinggi seorang pemimpin adalah sebagai pelayan.
Dikatakan, semua orang ingin perubahan, dan perubahan itu wajib dimulai dari atas atau pemimpin.
“Kita harus berubah dan kalau berubah harus dari atas. Jadi kalau ingin perubahan itu maka pilihlah pemimpin terbutki lebih baik,” tutur CK.(ER)



















