Hal itu ditegaskan Benyamin saat memimpin rapat evaluasi bersama manajemen RSUD Serui di Aula Rumah Jabatan Bupati, Jumat (2/10/2026)
Rapat tersebut membahas habisnya masa berlaku izin operasional rumah sakit hingga kesiapan menghadapi akreditasi.
“Kita diukur bukan dari bangun jalan, tetapi bagaimana pelayanan dasar baik, kesehatan masyarakat baik, pendidikan baik. Karena itu saya minta dukungan Bapak dan Ibu,” kata Benyamin.
Benyamin menginstruksikan Direktur RSUD Serui beserta jajarannya untuk segera membereskan sengketa administratif, terutama perpanjangan izin operasional yang tenggat waktunya sudah mepet.
Ia juga meminta tata kelola internal diperbaiki agar friksi antarbidang tidak mengorbankan pelayanan ke warga.
Selain urusan perizinan, Komite Medik RSUD Serui membeberkan sejumlah keluhan operasional di lapangan.
Salah satu yang mendesak yakni krisis tenaga dokter umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kebutuhan sertifikasi perawat IGD dan ICU, hingga keterbatasan alat medis.
Menanggapi hal tersebut, Benyamin meminta seluruh daftar kekurangan tersebut segera diinventarisasi secara resmi agar pemerintah daerah bisa langsung turun tangan mengintervensi anggaran maupun kebijakan penambahan SDM.(EB)















