Paraparatv.id | Sentani | Wakil Ketua I DPR Papua dari Fraksi Partai NasDem, Herlin Beatrix M. Monim, S.E., M.M., mengenang perjalanan awal lahirnya Festival Danau Sentani (FDS) yang kini telah memasuki penyelenggaraan ke-XV.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Festival Danau Sentani ke-XV di kawasan wisata Khalkote, Kabupaten Jayapura. Kamis (3/9).
Herlin mengaku bersyukur dapat hadir dan menyaksikan secara langsung pelaksanaan festival yang menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata di Kabupaten Jayapura tersebut.
“Momentum ini membawa saya kembali pada kenangan ketika kami di KADIN Kabupaten Jayapura, saat saya menjabat sebagai Wakil Ketua bersama Bapak Maurits Felle selaku Ketua KADIN Kabupaten Jayapura, mulai menggagas sebuah festival yang diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Herlin, gagasan awal FDS dimulai melalui berdiskusi bersama para Ondoafi untuk mendapatkan masukan sekaligus memastikan rencana tersebut dapat diterima oleh masyarakat adat.
“Gagasan ini bermula ketika kami mengundang para Ondoafi untuk berdiskusi dan memberikan masukan terhadap rencana dan gagasan kami, Puji Tuhan, rencana dan gagasan tersebut diterima serta disepakati oleh para Ondoafi, kemudian mendapat dukungan penuh dari Bupati Jayapura saat itu, almarhum Bapak Habel Melkias Suwae,”ungkapnya.
“Dari proses dan semangat kebersamaan itulah lahir sebuah kegiatan yang kemudian kita kenal sebagai Festival Danau Sentani. KADIN Kabupaten Jayapura selanjutnya dipercaya menjadi Panitia Pelaksana Festival Danau Sentani yang pertama,” katanya.
Di bawah kepemimpinan almarhum Habel Melkias Suwae, lanjut Herlin, Festival Danau Sentani kemudian ditetapkan sebagai program tahunan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan diperjuangkan hingga masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional Kementerian Pariwisata.
Ia menjelaskan, sejak awal FDS tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan hiburan, tetapi memiliki tujuan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya masyarakat Sentani.
“Sejak awal, Festival Danau Sentani dicetuskan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya masyarakat Sentani, menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai destinasi wisata unggulan, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, “ujarnya..
Herlin menilai perkembangan FDS hingga penyelenggaraan ke-XV menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak-pihak yang sejak awal ikut menggagasnya.
“Hari ini, menyaksikan Festival Danau Sentani terus bertumbuh hingga penyelenggaraan ke-XV menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Kiranya festival ini terus menjadi rumah bagi pelestarian budaya, penggerak ekonomi masyarakat, serta sarana untuk memperkenalkan keindahan Danau Sentani kepada Indonesia dan dunia,”harapnya.
Ia menegaskan, Festival Danau Sentani bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan kehidupan dan perekonomian masyarakat.
FDS XV tahun ini mengangkat tema “Budayaku adalah Hidupku”, menjadi pengingat identitas dan jati diri, sekaligus fondasi untuk membangun masa depan. (Redaksi/VN).














