Example floating
Advetorial

‎‎Seminar Nasional Sagu Nusantara 2026, Generasi Muda Diajak Menjaga Sagu sebagai Warisan Budaya Papua

2
×

‎‎Seminar Nasional Sagu Nusantara 2026, Generasi Muda Diajak Menjaga Sagu sebagai Warisan Budaya Papua

Sebarkan artikel ini

‎Paraparatv.id | Jayapura | Yayasan Colo Sagu Nusantara menggelar Seminar Nasional Sagu Nusantara 2026 di Universitas Cenderawasih (Uncen) dan terbuka untuk umum agar menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan sagu sebagai pangan lokal unggulan Nusantara, khususnya di Tanah Papua, Sabtu (20/6).

‎Seminar nasional tersebut masih merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Colo Sagu Nusantara bekerja sama dengan Polresta Jayapura Kota dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan sagu sebagai warisan budaya sekaligus sumber pangan berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

‎Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinan Risamasi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai menjadi wadah edukasi dan penguatan komitmen bersama dalam menjaga keberadaan sagu sebagai salah satu kekayaan hayati dan budaya Papua.

‎Menariknya, seminar yang disebut sebagai yang pertama kali digelar di Papua bahkan di Indonesia dengan fokus khusus pada sagu nusantara ini menghadirkan tokoh senior Papua, Barnabas Suebu, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya periode 1988–1993 dan Gubernur Papua periode 2006–2011.

‎Dalam pemaparannya, Barnabas menegaskan bahwa sagu merupakan identitas masyarakat Papua yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Menurutnya, keberadaan sagu tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga menyangkut jati diri orang Papua.

‎”Sagu adalah identitas Papua. Kita harus bangga karena Tuhan telah menganugerahkan sagu kepada masyarakat Papua sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

‎Barnabas juga mengungkapkan bahwa salah satu rahasia dirinya tetap sehat hingga usia 80 tahun adalah karena rutin mengonsumsi sagu sejak muda.

‎”Saya bisa tetap sehat sampai usia 80 tahun karena sejak dulu terbiasa mengonsumsi sagu. Ini makanan yang menyehatkan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua,” katanya.

‎Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak meninggalkan budaya mengonsumsi sagu serta tidak mengalihfungsikan lahan-lahan sagu menjadi komoditas lain yang berasal dari luar Papua.

‎”Generasi muda harus menjaga dan melestarikan sagu. Jangan mengganti lahan sagu dengan komoditas lain seperti beras atau tanaman yang bukan berasal dari budaya kita. Sagu adalah identitas kita,” tegasnya.

‎Menurut Barnabas, sagu merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga keberadaannya untuk kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

‎”Sagu adalah anugerah Tuhan bagi orang Papua. Karena itu, jangan biarkan hutan-hutan sagu hilang atau diganti dengan tanaman lain. Kita harus menjaga apa yang telah Tuhan berikan kepada kita,” tuturnya.

‎Seminar Nasional Sagu Nusantara 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan sagu, serta mempererat sinergi antara masyarakat, akademisi, organisasi sosial, dan kepolisian dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Papua.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *