Paraparatv.id | Jayapura | Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Rustan Saru yang juga selaku Ketua harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura membeberkan tingginya warga Kota Jayapura terpapar HIV
“ sekarang kita masih tinggi sekitar 6000-an, nah persoalan yang kita hadapi kota ini masalah penanganan pendampingan teman-teman yang terpapar HIV ini adalah keterbatasan obat ARV, Karena sekarang di kota ini bukan saja di kota namun di Kabupaten langka, barang ini dikatakan hampir habis” Kata Rustan Saru, Rabu 21 Mei 2026.
Diungkapkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua terkait masalah yang dihadapi Kota dan Kabupaten. Jika proses pengadaan Obat ARV sudah terpenuhi maka akan didistribusikan langsung ke daerah.
“kita sudah komunikasi dengan provinsi pusat ini dalam proses pengadaannya lelang yang terhambat terganggu, jadi menunggu dan mendoakan dalam waktu satu bulan dua bulan ini kalau sudah ada Saya kira di beli dan distribusi kepada daerah masing-masing,”ungkap Rustan.
Lebih Lanjut Rustan menekankan, jika obat ARV tidak di seriusi untuk mengobati warga terpapar HIV akan bahaya bagi penderita.
“kalau putus ini obat ARV, ini berbahaya bisa mempercepat kerusakan jaringan pada tubuh yang menderita karena tidak ada penanganan secara medis dari sisi obat, karena ARV memang salah satu obatnya untuk membantu memutus berantai ini ”tegas Orang Nomor 2 di kota Jayapura ini.
Rustan berharap seluruh layanan dari Puskesmas, Yayasan dan LSM untuk serentak bergerak melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan kepada warga yang terpapar HIV, Selain itu, warga juga di minta untuk rutin melakukan pemeriksaan.
“kita ada tim yang bekerja di kota Jayapura dari yayasan, LSM yang mendampingi teman-teman yang terpapar untuk rutinitas pemeriksaan”katanya.
“bahkan kita lakukan juga uskesmas keliling ke beberapa tempat bersama dengan toko-toko gereja yang ada di kampung-kampung untuk membantu sosialisasi”tambah Rustan.
Hingga kini Jumlah data terpapar HIV di kota Jayapura sejak Tahun 2001 sebanyak 6500 Jiwa, Namun KPA masih melakukan Validasi data untuk menyusun Rencana strategi Program Kerja 5 tahun kedepan.(redaksi)














