Paraparatv.id | Jayapura| Sejarah baru dunia pers di Tanah Papua dimulai. Sejumlah Pemimpin Redaksi media di Provinsi Papua secara resmi membentuk Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pimred) Provinsi Papua.
Forum ini hadir sebagai wadah kolaborasi untuk menjaga marwah jurnalisme yang independen, profesional, dan inklusif di Bumi Cendrawasih.
Yang menarik, Forum Pimred Papua menerapkan model kepemimpinan unik tanpa jabatan ketua tetap.
Organisasi ini akan dipimpin secara bergilir oleh koordinator dengan masa tugas tertentu, sehingga kepemimpinan lebih dinamis, adil, dan menghindari penumpukan kekuasaan.K
etua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua, Hans Bisai, menyambut baik pembentukan forum ini.
“Saya yakin gagasan teman-teman Pimred ini sangat baik untuk kebersamaan. Saya dan PWI Papua mendukung penuh terbentuknya forum ini,” kata Hans Bisai, Kamis, 1 Mei 2026 pagi.
Kepala Stasiun TVRI Papua, Erwin Hendrawin, juga menyatakan dukungan penuh. “Intinya kami mendukung. Kami butuh kolaborasi antar media,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Wartaplus, Vanwi Roberth, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya peran Pemimpin Redaksi sebagai otoritas tertinggi di ruang redaksi.
“Kami yakin Forum Pimred dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) jurnalis melalui pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi antar media,” katanya.
Forum ini terbuka bagi semua media, namun memiliki syarat ketat perusahaan media harus berbadan hukum resmi dan Pemimpin Redaksinya wajib memiliki sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers.Pemimpin Redaksi KabarPapua, Syamsuddin Levi, menambahkan bahwa kolaborasi antar media saat ini sangat penting.
“Dengan kolaborasi, media di Papua akan semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Antara Papua, Hendrina Dian Kandipi, berharap Forum Pimred dapat menjadi angin segar bagi masyarakat Papua.
Menurutnya, forum ini diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, jauh dari narasi perpecahan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Papua yang damai dan adil.*



















