Example floating
BERITAKesehatanPeristiwa

Kasus HIV Kota Jayapura Capai 11.235, KPA Desak Aksi Nyata Lintas Sektor

43
×

Kasus HIV Kota Jayapura Capai 11.235, KPA Desak Aksi Nyata Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara di Aula Wantilan Prajaloka Pura Agung Arya Bhuvana Skylane, Jumat (22/5) malam.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepedulian publik sekaligus merespons lonjakan kumulatif kasus HIV di Kota Jayapura yang kini menembus angka 11.235 kasus.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua per Maret 2026 mencatat total 26.271 kasus di tanah Papua. Infeksi tertinggi berada pada kelompok usia produktif. Rentang usia penderita berkisar antara 15 hingga 49 tahun. Kota Jayapura sendiri menyumbang angka kumulatif sebanyak 11.235 kasus. Jumlah ini terhitung sejak tahun 1993 hingga 2026.

Kegiatan rutin tahunan ini mengusung tema “Menyalakan Pelita Harapan, Merangkul Sesama Tanpa Stigma”. Agenda tersebut bertujuan mengenang perjuangan penderita HIV yang telah meninggal dunia. Selain itu, refleksi ini dirancang untuk memperkuat solidaritas serta kepedulian bagi penyintas yang masih hidup. KPA menegaskan penanggulangan virus bukan hanya bertumpu pada sektor kesehatan semata.

Sekretaris KPA Kota Jayapura, Irawadi, menyatakan sinergi menyeluruh sangat dibutuhkan saat ini. Sektor pemerintah dan swasta wajib berjalan beriringan.

“Diperlukan peran dari semua pihak, dari pemerintah maupun swasta. Kita harus melakukan pencegahan dan penanggulangan yang terus-menerus kepada masyarakat,” ujar Irawadi dalam sambutannya, Jumat (22/5) malam.

Menurut Irawadi, lembaga keagamaan memiliki posisi strategis untuk memperkuat benteng pertahanan keluarga. Di sisi lain, komunitas juga harus bergerak aktif melakukan pendampingan langsung di lapangan.

Ketua Harian KPA sekaligus Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan target penuntasan penularan harus dikejar secara agresif. Pemerintah berkomitmen menekan angka infeksi baru.

“Kita kejar target Three Zero. Nol kematian, nol infeksi baru, dan nol diskriminasi,” kata Rustan Saru dalam pidato resminya, Jumat (22/5) malam.

Namun, Rustan membeberkan adanya hambatan sosial dalam proses deteksi dini di tingkat pelayanan dasar. Salah satunya ego kelompok keluarga yang menghambat penanganan medis.

“Petugas Puskesmas menemukan ibu hamil positif. Tetapi saat suami diminta datang untuk tes medis, mereka menolak. Ini kendala lapangan yang nyata,” tutur Rustan.

Menyikapi tantangan tersebut, KPA Kota Jayapura kini memperluas sasaran edukasi ke sektor pendidikan. Target utama difokuskan pada mahasiswa serta siswa sekolah menengah atas (SMA) dan SMK. KPA juga tengah menyusun Rencana Strategis (Renstra) baru bersama Yayasan Bersatu Papua guna mengoptimalkan program pencegahan di lapangan.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *