Paraparatv.id | Kobakma | Acara perayaan kelulusan siswa SMA Negeri Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, berujung ricuh, Selasa (5/5/2026). Insiden ini diduga dipicu oleh pembentangan bendera Bintang Kejora saat para siswa melakukan konvoi di luar lingkungan sekolah.
Peristiwa bermula saat kegiatan pengumuman kelulusan di dalam sekolah berlangsung aman dan tertib. Namun, situasi berubah saat siswa keluar area sekolah dan melakukan konvoi. Di tengah arak-arakan tersebut, terlihat sejumlah orang membentangkan bendera Bintang Kejora.
Aparat keamanan yang berjaga di lokasi kemudian berupaya mengamankan bendera tersebut. Sayangnya, upaya ini justru ditolak oleh massa dan memicu kericuhan. Terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan peserta konvoi yang kemudian memanas hingga pelemparan batu dilakukan ke arah aparat.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat massa yang didominasi siswa dan pemuda melempari petugas serta kendaraan dinas. Beberapa mobil aparat dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman batu.
Akibat kericuhan tersebut, dilaporkan terdapat 5 orang yang mengalami luka-luka, baik dari pihak warga sipil maupun aparat keamanan. Selain korban jiwa, kerugian materi juga terjadi akibat kerusakan kendaraan dinas.
Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Muh. Mukabsi, membenarkan kejadian ini.
“Awalnya kegiatan kelulusan berlangsung aman, namun situasi berubah setelah siswa berada di luar sekolah,” ujar Mukabsi.
Dijelaskan, hingga saat ini polisi belum melakukan penangkapan mengingat kondisi di lapangan yang masih perlu dikendalikan. Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menduga ada pihak lain yang menyusup dan memanfaatkan momen kelulusan siswa untuk memicu kericuhan.
“Dari hasil penyelidikan sementara, diduga ada pihak lain yang menyusup dalam aksi tersebut dan memanfaatkan momen kelulusan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pemantauan ketat aparat keamanan untuk mencegah terulangnya kericuhan.
(Keke)



















