Paraparatv.id | Jayapura | Suasana Lapangan Papua Trade Center (PTC) Karang Entrop, Kota Jayapura, mulai memanas sejak siang hari saat ribuan penonton memadati lokasi konser Lucky Dube Band yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 14.00 hingga 22.00 WIT. Antrian panjang terbentuk sejak pukul 14.00 dengan pemeriksaan super ketat dari aparat TNI dan Polri di gerbang masuk, memastikan kelancaran acara tur “One People Tour Melanesia” perdana band reggae asal Afrika Selatan ini di Papua.
Penampilan band orisinal Lucky Dube ft. TK Dube langsung menyihir massa dengan hits legendaris seperti “Prisoner”, “Slave”, “Remember Me”, “It’s Not Easy”, “Back to My Roots”, dan “Together as One”. Sorak sorai penonton bergema sepanjang malam, bergoyang mengikuti irama reggae yang energetik, sementara lampu sorot dan efek visual menambah kemeriahan pesta musik yang mempertemukan Afrika dan Melanesia. Konser ini sempat ditunda dari 29 November akibat kendala visa transit artis, membuat antusiasme warga Jayapura semakin membara setelah menunggu berminggu-minggu.
Di tengah euforia tersebut, bendera Bintang Kejora tiba-tiba terlihat berkibar di antara kerumunan sekitar pukul 20.00 WIT, memicu keriuhan dan perhatian khusus di lapangan. Beberapa warga terlihat mengangkat bendera itu sambil bernyanyi mengikuti lagu-lagu Lucky Dube, menciptakan momen yang memadukan hiburan dengan sentuhan politik lokal yang sensitif.
Konserpun sempat dihentikan sesaat oleh panitia untuk menegur seluruh penonton dan meminta kerjasamanya untuk tidak melakukan hal tersebut lagi selama konser berlangsung.
Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa di acara publik Papua sebelumnya, di mana simbol tersebut sering muncul secara spontan di tengah massa besar.
Petugas keamanan tampak sigap bergerak mendekati lokasi pengibaran, meski suasana secara keseluruhan tetap terkendali dengan penonton terus menikmati penampilan hingga puncak acara. Malam reggae ini menjadi tak terlupakan, bukan hanya karena musik berkualitas dunia, tapi juga dinamika sosial yang tak terduga di tanah Papua. Hingga pantauan terakhir pukul 22.00 WIT, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait penanganan lanjutan insiden bendera tersebut. (Arie)


















