Example floating
PeristiwaPolitik

BTM-CK Klaim Kemenangan di PSU Pilgub Papua, Lempar Peringatan Keras kepada Polri

834
×

BTM-CK Klaim Kemenangan di PSU Pilgub Papua, Lempar Peringatan Keras kepada Polri

Sebarkan artikel ini
Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano didampingi Wakil Gubernur Papua dan Tim Pemenangan saat gelar Confrence Pers di Sekretariat DPD PDIP Papua , Jumat 8 Agustus 2025

Paraparatv.id | Jayapura | Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano dan Constan Karma (BTM-CK), secara dramatis mengumumkan klaim kemenangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025. Pidato yang disampaikan pada Jumat malam di Kantor DPD PDI Perjuangan Papua ini bukan hanya mengklaim keunggulan, tetapi juga melempar tudingan dan peringatan tajam terhadap para penyelenggara pemilu, termasuk institusi kepolisian.

Dengan data internal yang disebutnya berasal dari 100% C Hasil Salinan, BTM-CK mengklaim memenangkan 50,72% suara, atau 259.886 suara, unggul 1,44% dari rival mereka. Namun, alih-alih merayakan, Benhur Tomi Mano langsung menyoroti adanya “tekanan yang hadir tanpa seragam” dan “bisikan kekuatan tersembunyi” yang mencoba memadamkan demokrasi.

---

Polri Diperingatkan: Jangan Terseret ke Politik
Dalam pernyataan yang paling berani, Benhur Tomi Mano secara gamblang menyoroti peran institusi Kepolisian. Ia tidak lagi sekadar mengingatkan, tetapi melontarkan tantangan serius terkait netralitas.

“Kepada Kepolisian Republik Indonesia, izinkan kami mengingatkan dengan hormat, tugas Anda bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga martabat demokrasi. Jangan sampai institusi yang seharusnya melindungi rakyat, justru terseret ke dalam tarikan politik tertentu,” katanya.

Pidato tersebut memposisikan Kepolisian dalam persimpangan dilema: antara melindungi keamanan atau justru menjadi alat politik. BTM bahkan menggunakan metafora “api dalam sekam” untuk menggambarkan potensi konflik yang bisa meletus jika keberpihakan politik benar-benar terjadi.

“Kita tak ingin bara itu menyala menjadi konflik,” ujarnya. “Maka hari ini, kami bicara bukan dengan amarah, tapi dengan kesadaran. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bukti. Bukan pula untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan: bahwa rakyat Papua telah memilih. Hargailah itu.”

Ia memperkuat sindirannya dengan menuding adanya upaya manipulasi. “Kita telah mendengar sendiri rekaman telepon, pesan WhatsApp, SMS, semuanya menyebar seperti bara dalam sekam, membuka kedok mereka yang menjual nurani demi kepentingan sesaat. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, ini adalah kelakuan biadab para pelacur politik,” ungkapnya, menggunakan diksi yang sangat provokatif.

Pidato tersebut berakhir dengan seruan kepada pendukung untuk mengawal ketat proses rekapitulasi, menunjukkan bahwa pasangan BTM-CK tidak akan percaya begitu saja pada jaminan keamanan dan netralitas dari pihak terkait. (redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advetorial

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota, Sirante Banne Ringgi (kiri), memimpin apel tim Pelayanan Teknik yang mayoritas laki-laki sebelum bertugas. Sirante mewujudkan kepemimpinan perempuan yang kuat melalui komunikasi yang mengayomi, menekankan keselamatan, dan mengedepankan empati dalam melayani pelanggan di pusat dinamika Provinsi Papua Barat.(*)

Advetorial

(Kiri ke Kanan) General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur, EVP Operasi Distribusi Ignatius Rendroyoko, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew berfoto bersama usai pertemuan sinergi di Manokwari. Kolaborasi kuat ini diharapkan mampu mempercepat target “Papua Terang” dan kemandirian energi di tanah Papua.(*)