Paraparatv.id | Jayapura | Dalam semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama,
Panitia HUT ke-75 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Papua bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menggelar donor darah di GSK GKI Pniel Kotaraja, Kamis (22/5/2025).
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawanmembuka kegiatan donor darah tersebut mengambil tema “Kesatuan Tubuh Kristus yang Tangguh dan Relevan”
Darwin mengatakan Adapun, kegiatan donor darah ini juga didukung penuh oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mendapat antusiasme dari warga.
Ia mengatakan PGI ingin menegaskan komitmennya dalam pelayanan sosial kemasyarakatan, sejalan dengan tema besar perayaan HUT ke-75 yang menekankan pentingnya solidaritas, kesehatan, dan pelayanan kasih bagi sesama.
“PGI ingin menjadikan dirinya bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu,” ungkapnya.
Dikatakan, melalui peringatan HUT ke-75 ini, gereja ingin hadir dan relevan, bukan hanya bicara soal surga, tapi juga tentang persoalan dunia.
Selain donor darah, rangkaian kegiatan sosial lainnya juga telah dilakukan, seperti penanaman pohon sebagai respons terhadap krisis ekologis serta pembagian sembako di berbagai wilayah Indonesia.
Ia berharap kebutuhan darah bagi masyarakat bisa terpenuhi melalui kegiatan ini.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Jayapura, Irawadi, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pengumpulan 300 kantong darah dari kegiatan ini.
“Rata-rata kebutuhan darah harian di Kota Jayapura mencapai 50 kantong, sedangkan produksi kami baru sekitar 40 kantong per hari. Jadi, kegiatan seperti ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan darah, terutama bagi 10 rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom,” jelasnya.
Koordinator Bakti Sosial, Pdt. Morets Belwawin, dalam laporannya mengatakan bahwa aksi donor darah ini merupakan rangkaian kedua setelah kegiatan penanaman pohon yang dilakukan pada 20 dan 21 Mei.
Dikatakan, kegiatan ini melibatkan sukarelawan dari kalangan mahasiswa, TNI-Polri, warga masyarakat, dan jemaat gereja.
“Aksi ini adalah wujud kepedulian terhadap sesama karena setetes darah sangat berarti bagi kehidupan orang lain,” ujarnya.(Er)














