Example floating
Example floating
AdvetorialBERITAEkonomiHeadline

Kisah Salima Safitri, Bidan Cahaya YBM PLN yang Hadir di Timur Indonesia

261
×

Kisah Salima Safitri, Bidan Cahaya YBM PLN yang Hadir di Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Fakfak | Sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Timur Indonesia, ada nama Salima Safitri Rumasukun yang berperan penting di dalamnya. Wanita kelahiran Ambon yang lahir dan tumbuh besar di Fakfak tersebut telah mengabdi selama tujuh bulan sebagai relawan Bidan Cahaya program Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat yang melayani lima kampung di Kabupaten Fakfak, Papua Barat Daya.

Saat ini, Program Bidan Cahaya YBM PLN yang diprioritaskan untuk daerah pedalaman telah melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya yaitu pemerikasaan ibu hamil, pelayanan kesehatan masyarakat, pemberian makanan tambahan, mengaktifkan posyandu pada lima kampung, sosialisasi makanan empat sehat lima sempurna serta gerakan menanam tanaman yang mendukung asupan gizi di halaman rumah hingga mendukung pendidikan anak-anak mulai dari PAUD, TK dan TPA.

“Saya bersyukur kepada Allah karena saya bisa bergabung dalam Program Bidan Cahaya Papua untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Banyak pengalaman dalam menjalankan tugas salah satunya saya pernah tenggelam dengan makanan serta obat-obatan karena badai. Alhamdulillahnya saya masih selamat. Tapi itu menjadi motivasi dan semangat untuk terus mengabdi dan berjuang melayani masyarakat khususnya untuk balita dan ibu hamil karena angka stunting dan gizi buruk masih cukup tinggi,” papar Fitri.

Kecintaannya terhadap dunia kesehatan bukan semata-mata karena dirinya berhasil lulus sebagai bidan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Sorong, namun dirinya tergerak melihat minimnya petugas kesehatan di sekitar daerahnya. Kondisi fasilitas kesehatan yang terbatas serta kesulitannya masyarakat mendapat penanganan saat sakit membuat dirinya memutuskan untuk mengabdi dan melayani masyarakat melaui ilmu yang dimilikinya. “Saya ingin bisa melayani dan mengurangi angka kematian bayi dan ibu ditengah jumlah tenaga medis di Papua yang masih minim,” ungkap Fitri.

Wanita yang sering dipanggil Bidan Fitri tersebut bertugas melayani masyarakat di Kampung Fior, Kampung Furir, Kampung Darembang, Kampung Goras dan Kampung Goras Selatan yang membutuhkan perjalanan kurang lebih lima sampai enam jam dari Kabupaten Fakfak. Dengan menggunakan perahu, perjalanan Bidan Fitri dalam melayani masyarakat dilakukan setiap hari bahkan hingga larut malam jika ada kondisi darurat.

“Di Kampung Fior ada posko yang saya gunakan sehari-hari untuk tinggal. Kalau ada yang sakit masyarakat akan datang ke saya dan memberitahu keberadaan masyarakat tersebut karena sinyal telfon yang sulit. Saya pasti akan langsung datang atau jika berada di empat kampung lainnya saya akan langsung menyebrang,” kata Fitri.

Kini Fitri berharap bahwa bantuan kecilnya bisa sedikit meringankan kesulitan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Ia juga berharap bahwa dengan bantuan program yang telah berjalan sejak Desember 2022 ini tidak berhenti disini. PLN sebagai perusahaan penyedia energi listrik dapat terus andil dalam memajukan kualitas kesehatan di seluruh Papua tidak hanya di Fakfak saja.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono megungkapkan bahwa ini merupakan program yang luar biasa dari YBM PLN. Jadi PLN tidak hanya hadir untuk menerangi, namun juga hadir untuk melayani masyarakat, salah satunya dari bidang kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi pengabdian dari seorang Bidan Fitri yang melayani masyarakat sepenuh hati dengan segala bentuk perjuangannya. Rela mengorbankan dirinya untuk membantu agar kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. Saya berharap program ini bisa dilanjutkan sehingga lebih banyak masyarakat yang menerima manfaatnya,”kata Budiono.

Program Bidan Cahaya saat ini telah berjalan di tujuh provinsi yaitu di Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku Utara dan Papua Barat dengan bantuan 17 bidan. Kedepannya program ini akan terus dilanjutkan sehingga harapannya bisa membantu masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia. (*/Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *