Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAKesehatan

Cegah Kanker Serviks, Dinkes Provinsi Papua Targetkan 1,203 Juta Wanita Usia Subur Lakukan screening

×

Cegah Kanker Serviks, Dinkes Provinsi Papua Targetkan 1,203 Juta Wanita Usia Subur Lakukan screening

Sebarkan artikel ini
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua, Arinius Weya (tengah) didampingi stafnya dr Yullien Kbarek dan Hotmaria Siagian selesai wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya, Kantor Dinas Kesehatan Papua, Abepura, Senin (6/2).
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Kesadaran masyarakat untuk melakukan
screening atau deteksi kanker sejak dini terbilang masih rendah. Padahal, tingkat kematian akibat kanker payudara dan serviks tergolong tinggi.

Hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Papua, Arinius Weya, kepada wartawan di Jayapura, Senin (6/2).

Menurutnya, kanker payudara menjadi penyakit terbanyak yang menyerang wanita, sekaligus paling tinggi tingkat kematiannya. Sedangkan kanker serviks menempati urutan ketiga untuk tingkat kematian.

“Kami di Dinkes Provinsi Papua memang hanya ditugaskan untuk melakukan screening atau deteksi kanker sejak dini pada kelompok wanita usia subur, semua kelompok wanita usia subur di Papua menjadi sasaran kami untuk melakukan deteksi dini cegah kanker melalui screening. Kelompok umurnya ialah wanita dengan usia 15 tahun ke atas yang dilakukan screening deteksi kanker,”ucapnya.

Untuk itu, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan deteksi kanker sejak dini.

“Padahal petugas sudah standby atau siap serta layanan kesehatan juga telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah,” Ujarnya.

“Jadi memang tugas Dinkes Papua hanya melatih teman-teman petugas, khususnya Puskesmas untuk melakukan pendeteksian dini atau kanker. Apabila dalam deteksi dini ditemukan maka baru dilakukan penanganan pada level Puskesmas, tetapi lebih lanjut jika harus membutuhkan dokter spesialis maka akan dirujuk ke rumah sakit,”jelasnya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Papua untuk sadar dan proaktif memeriksakan diri ke unit layanan kesehatan. Kami sangat serius menangani kasus kanker di Papua oleh karena itu diharapkan kepada petugas yang dilatih di Kabupaten Kota hingga puskesmas bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui tokoh agama untuk masyarakat, “imbaunya

Sementara itu ditempat yang sama dr. Yullien Kbarek yang mendampingi Kabid P2P Dinas Kesehatan Papua, mengatakan pihaknya menargetkan screening terhadap 1,203 juta orang dengan kategori kelompok wanita usia subur.

“Untuk mencegah terjadinya kanker serviks bagi ibu ibu yang sudah melakukan hubungan
seksual untuk tidak berganti ganti pasangan, harus rajin untuk datang memeriksakan diri sebagai deteksi dini, paling tidak 1 (satu) tahun sekali bisa memeriksakan diri, pemeriksaan biasanya satu paket dengan pemeriksaan kanker payudara. Tidak memerlukan biasa besar dalam waktu satu sampai tiga menit sudah bisa diketahui ada gejala kanker atau tidak,”ucapnya.

Ia menambabkan, dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya, memang usia paling rentan terkena kanker bagi wanita ialah di atas 30 tahun dan kemudian faktor kebersihan diri dan lingkungan juga harus menjadi perhatian.

Pemerintah Pusat melalui Kemenkes RI juga dikatakan pihaknya sebetulnya sudah mencanangkan program vaksinasi infeksi human papillomavirus (HPV) bagi kelompok wanita usia subur.

“Untuk program nasional vaksinasi HPV ini memang digratiskan oleh Pemerintah tetapi memang belum masuk vaksinnya di Papua,”ujarnya

Penyebab terbesar kanker serviks pada wanita sebanyak 90 persen disebabkan oleh Virus HPV, dianjurkan sebelum menikah atau melakukan hubungan seksual maka kelompok wanita usia subur haruslah telah divaksin HPV, Vaksin HPV tidak hanya diberikan pada perempuan, tetapi juga dapat diberikan pada laki-laki karena terbukti dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kanker pada penis, anus, dan tenggorokan.(SIL)

Example 300250
Example 120x600