Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAOlahraga

Persipura Protes Minta Tinjau Kembali Keputusan PSSI Berhentikan Liga 2

×

Persipura Protes Minta Tinjau Kembali Keputusan PSSI Berhentikan Liga 2

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Jakarta | Persipura Jayapura protes keras terhadap keputusan PSSI yang memberhentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023.

Manajer tim berjuluk Mutiara Hitam Yan Permenas Mandenas, melalui video confernce, mengungkapkan kekecewaannya seusai mendengar hasil keputusan Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Kamis (12/1/2023) yang menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 di Tanah Air.

Menurut Mandenas, hal tersebut terkesan terburu-buru mengingat PSSI tidak mempertimbangkan keputusan tim-tim yang menyerukan bergulirnya kembali kompetisi Liga 2.

Dia juga mempertanyakan 20 klub yang dikatakan Exco PSSI, sebagai tim yang tidak ingin melanjutkan kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.

“Saya sangat menyayangkan keputusan Exco PSSI yang terkesan terburu-buru. Saya rasa apa dasarnya 20 klub yang tidak setuju, tidak diketahui dari tim mana saja. Seharusnya PSSI merilis ke publik daftar tim-tim yang merasa keberatan bergulirnya kembali kompetisi,” ujar Mandenas, Kamis (12/1/2023).

Dikatakannya, PSSI bersama operator Liga harus mempertimbangkan kembali keputusannya menghentikan kompetisi, mengingat ada tim-tim yang tetap setuju untuk kompetisi kembali dilanjutkan.

Bahkan beberapa klub di kasta kedua seperti Persipura sudah memenuhi persyaratan dari PSSI dan PT Liga untuk melakukan verifikasi stadion.

Persipura sendiri sudah melakukan proses verifikasi Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua dengan nilai kategori baik yakni 74,27 persen.

Nilai tersebut bahkan melebihi nilai verifikasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Tidak heran jika Persipura ada di garis terdepan untuk mendesak kembali bergulirnya kompetisi.

“Saya pikir keputusan pemberhentian kompetisi perlu dipertimbangkan kembali. PSSI dan PT Liga harus bisa mendengarkan aspirasi dari para tim-tim yang mendukung atau yang menolak bergulirnya kompetisi. Pada situasi ini, kredibilitas PSSI dan PT Liga sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas,” ujar Mandenas yang juga legislator DPR-RI ini.

Masih kata Mandenas, sistem kompetisi Liga 2 dan Liga 3 sejatinya harus bergulir mengingat Liga 1 telah digelar kembali seusai vakum akibat Tragedi Kanjuruhan Malang.

Akibat persoalan satu klub di Liga 1, sehingga tim-tim Liga 2 serta Liga 3 terimbas karena akhirnya kompetisi tidak digulirkan dan berhenti di tengah jalan.

“Setelah kompetisi Liga 1 digelar kembali otomatis turnamen di bawahnya bisa bergulir juga, ini merupakan kesatuan. Seharusnya jika Liga 2 dan Liga 3 ditiadakan, Liga 1 tidak usah digulirkan. PSSI seharusnya melakukan seleksi untuk mencari pemain Timnas Indonesia nantinya atau membuat surat kepada klub-klub untuk bermain di kompetisi luar wilayah,” ucapnya.

Untuk itu diharapkan ke depannya PSSI dan PT Liga memikirkan ulang keputusan menghentikan Liga 2 dan Liga 3.

Harus ada solusi terbaik untuk klub yang setuju kompetisi kembali bergulir atau berhenti agar tidak mencederai nilai-nilai fair play.

“Sekali lagi, federasi harus bisa mengakomodir keputusan-keputusan klub dan harus ada solusi terbaik untuk tim-tim yang mendukung atau yang menolak kompetisi digulirkan,” pungkasnya. (*) RZR

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *