BERITA  

FKPT: Perempuan TOP Viralkan Perdamaian

Paraparatv.id | Sentani | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua menggelar pertemuan dengan Organisasi Perempuan maupun individu lainnya dalam tajuk “Perempuan TOP (Teladan Optimis dan Produktif) Viralkan Perdamaian”.

Kegiatan yang diikuti, setidaknya 100 ormas perempuan ini, merupakan upaya pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme di Papua.

Pertemuan berlangsung di Pendopo Theys Eluay atau Heleybhei Obhe Kampung Sereh, Jalan Bestuur Pos, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (23/11).

Hadir dalam kegiatan ini, Tim BNPT Pusat, Forkopimda Kabupaten Jayapura, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Joko Sunaryo, Ketua (FKPT) Papua Musa Isir, Ketua PW NU Toni Wanggai, Kepala DP3A Kabupaten Jayapura Miryam Soumilena, organisasi wanita dan tamu undangan.

Kasi Pengamanan Lingkungan Pemerintah BNPT Andityas Pranowo kepada media mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan para perempuan di Papua menjadi paham akan radikalisme dan tindakan terorisme.

“Sebagai seorang ibu tentunya akan memberikan pelajaran yang pertama di dalam keluarga, sehingga melalui kegiatan ini akan menjadi bekal setiap perempuan atau ibu di Papua menjadi paham dan ikut dalam Pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Papua,” kata Adityas Pranowo, Rabu (23/11) siang.

Dirinya mengaku bangga dengan antusiasme dan perhatian ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan ini karena sadar akan bahaya paham radikalisme dan terorisme yang mengancam siapa saja dan dimana saja.

Sementara itu Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Papua Dorince Mehue menyebutkan kegiatan ini merupakan agenda BNPT Pusat di seluruh Indonesia dan kegiatan di Papua adalah yang terakhir dilaksanakan di tahun 2022.

“Perempuan TOP Viralkan Perdamaian sudah menjadi agenda BNPT ataupun FKPT seluruh Indonesia, jadi kami mengundang seluruh Perempuan yang mewakili organisasi wanita, adat, keagamaan, LSM yang ada di Kabupaten Jayapura dan Papua,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kaum perempuan juga bisa menjadi bagian atau stakeholder yang juga bertanggung jawab untuk memviralkan perdamaian dalam rangka mencegah radikalisme, mencegah intoleran dan juga ekstrimisme yang selalu ada di tengah-tengah masyarakat.

“Kami mengundang semua organisasi perempuan, kenapa harus perempuan? Karena perempuan merupakan guru pertama yang akan mendidik dan menginformasikan kepada keluarga terutama buat anak-anak dalam rangka Pencegahan ini,” ungkapnya.

Menurut anggota Pokja Agama MRP ini, perempuan atau ibu-ibu mempunyai peran yang sangat besar menjadi pemberi informasi yang baik melalui media-media sosial yang ada.

“Usia FKPT Papua baru satu tahun dan kegiatan serupa sudah berlangsung dari Aceh sampai terakhir di Papua, semoga nanti dengan adanya provinsi hasil DOB, kami sebagai provinsi induk bisa memviralkan kegiatan ini di provinsi baru tersebut,” harapnya.

Dirinya berharap kegiatan ini mendapat berkah terutama dari kalangan adat dan agama untuk terus berlanjut di waktu yang akan datang.

“FKPT Papua terbentuk pada tahun 2021 lalu saat Rakernas di Kota Batu, Malang dan saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

FKPT berada di bawah Subdit Pembedayaan Masyarakat Direktorat Pencegahan Kedeputian Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI yang saat ini dipimpin Komjen Pol Boy Rafli Amar. (RZR)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *