Sudah Bertemu Bendahara KONI, Steve Dumbon: Proses Hukum akan Terus Berlanjut

Paraparatv.id |Jayapura| Steve Dumbon salah satu pemilik wisma atlet di Jayapura yang digunakan selama persiapan dan perhelatan Pekan Olahraga Nasional XX Tahun 2021 lalu melaporkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua ke Direskrimum Polda Papua pada hari Senin (08/08).

Laporan itu dilayangkannya lantaran wisma atlet miliknya yang digunakan itu belum dibayar. Dia menerangkan, wisma atlet junior miliknya ini digunakan oleh atlet paralayang sejak tahun 2019.

Saat ditemui paraparatv.id di Jayapura, Rabu (10/08) Steve menjelaskan pada awalnya pembayaran yang dilakukan oleh KONI Papua sangat baik.

Tetapi kata dia, setelah perhelatan PON XX Tahun 2021 berakhir pembayarannya tertunda hingga saat ini.

“Total yang belum dibayarkan itu adalah 19 hari dengan jumlah nilai sebesar Rp. 133.950.00,-.” kata Steve.


Dia menuturkan semua langkah sudah tempuh, tetapi hanya janji-janji dan belakangan ini dihubungi tidak ada respons sama sekali.

“Karena tidak ada respon itu akhirnya saya memutuskan untuk menempuh jalur hukum” ungkapnya.

Update terbaru, Steve mengaku sudah bertemu dengan bendahara KONI Papua dan pihak KONI menyatakan siap untuk membayar sisa tunggakan tersebut.

Meski sudah bertemu dengan bendahara KONI Papua, Steve mengaku proses hukum dari perkara yang ia laporkan ke Mapolda Papua ini akan tetap ia lanjutkan hingga adanya pelunasan dari tunggakan tersebut.

“Saya sudah ketemu bendahara KONI Papua dan dia bilang siap untuk membayar sisa tunggakan itu. Hanya saja karena saat ini proses hukum sudah masuk ke tahap penyelidikan sehingga Polda akan memanggil bendahara KONI dan semua perangkatnya untuk dimintai keterangan” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya jika proses pemeriksaan itu sudah selesai dan KONI telah siap untuk membayar sisa tunggakan makan laporan itu akan dia tarik.

Steve juga menambahkan ini adalah salah satu langkah pembelajaran bagi KONI Papua untuk dapat menyelesaikan semua tunggakan yang tersisa dari perhelatan PON Papua 2021.

“Bukan hanya saya saja, masih banyak hotel, rental mobil dan katering yang juga mungkin belum di bayar sejak berakhirnya ajang olahraga nasional empat tahunan itu” pungkasnya. (AI)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.