BPBD: Akan Lakukan Penyesuaian Kontrak Kepada Kontraktor Bermasalah

Kepala Bidang (Kabid) Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) pada BPBD Kabupaten Jayapura, Gustaf Wersai
banner 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura sebagai pihak penanggung jawab proyek bantuan pekerjaan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) Banjir Bandang dan meluapnya Danau Sentani kepada masyarakat tersebut dengan melakukan penyesuian kontrak kerja yang akan berakhir dalam beberapa hari ke depan.

Penyesuaian ini berarti akan dilakukan penunjukan ulang kontraktor penyedia yang selanjutnya akan menyelesaikan pekerjaan RR yang tidak sanggup dituntasaskan oleh penyedia sebelumnya. Supaya capaian progres RR 100 persen dapat terealisasi.

Penegasan ini seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Alpius Toam melalui Kepala Bidang (Kabid) Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) pada BPBD Kabupaten Jayapura, Gustaf Wersai, kepada wartawan ditemui Selasa, (26/4/2022).

Menurut Gustaf, penyesuaian terpaksa dilakukannya karena BPBD sudah harus mengirimkan laporan pertanggungjawaban (LPj) pekerjaan RR bagi korban banjir bandang dan luapan Danau Sentani tahun 2019 kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBN).

“Berdasarkan laporan dari konsultan pengawas, bahwa perumahan yang sementara dibangun ini sebagian besar sudah diselesaikan dan sementara sudah proses menagih. Sehingga kami sarankan mereka (para penyedia), untuk meminta permohonan adendum guna penambahan waktu agar dapat melakukan proses penagihannya,” ungkapnya.

Gustaf juga menjelaskan, jika masih ada beberapa pekerjaan yang sementara diselesaikan dalam bulan April ini. Namun jumlahnya tidak banyak, dan sebagian besar sudah diselesaikan.

“Kalau sampai akhir bulan April ini tidak bisa diselesaikan, tetap kita akan ganti agar capaian pekerjaan bisa kita penuhi 100 persen,” tegasnya.

Ditambahkannya ada beberapa tempat yang masih bermasalah seperti di Kampung Hobong, Kampung Simporo dan Kampung Yoboi, telah dilaporkan kepada BPK maupun DPRD Kabupaten Jayapura.

“Sedangkan untuk progres capaian pekerjaan antara perumahan dan infrastruktur RR, sesuai laporan dari konsultan pengawas sudah mencapai 78,81 persen,” ujarnya.

Lebih jauh lagi Gustaf menjelaskan, pekerjaan RR bantuan rumah ini harus segera diselesaikan agar pihaknya bisa mengejar pelaksanaan pekerjaan lainnya. Yaitu, pekerjaan jembatan, air bersih dan talud.

“Sekarang sudah ada proses lelang untuk 6 paket pekerjaan lainnya yaitu, 3 jembatan (2 jembatan di Distrik Yapsi, 1 di Distrik Kaureh), Talud di Distrik Depapre, Ganefo dan Bambar ditambah proyek air bersih di Kampung Bring,” jelas Gustaf.

Untuk keenam proyek ini, kata Gustaf, sudah masuk tahap pelelangan, bahkan untuk jembatan sudah mulai dikerjakan bersama dengan masyarakat adat dengan mendirikan base camp dan seijin Ondoafi setempat.
Sedangkan, untuk estimasi pelaksanaan pekerjaan jembatan, proyek air bersih dan talud, ini dilaksanakan selama empat bulan ke depan hingga dengan bulan September 2022 nanti. (IRF/SRI)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.