Mandeknya Koperasi, Perlunya Peningkatan SDM Pengelolah di Kota Jayapura

Foto Bersama usai acara Penutupan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Pengkoperasian, serta kapasitas SDM Koperasi tahun 2022, Sabtu (26/3/2022)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Wali kota Jayapura yang diwakili staf ahli Wali Kota Jayapura Bidang keuangan dan pembangunan menyoroti banyaknya koperasi yang tidak berjalan dengan baik.

Mandeknya koperasi di Kota Jayapura karena adanya berbagai persoalanya yang ditemui disetiap koperasi.

“Banyak koperasi yang tidak berjalan lancar kendalanya dikarenakan, masalah Kepengurusan dalam koperasi dan Administrasi pelaporan, karena mereka masih kurang memahami tentang sistem keuangan, “ jelas Frederik Awarawi saat berika sambutan acara penutupan Pelatihan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Pengkoperasian, serta kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi tahun 2022.

Diungkapkan Frederik Awarawi untuk meningkatkan Koperasi harus tingkatkan SDM pengurus Koperasi serta peningkatan pengetahuan pelaporan administrasi koperasi.

” kalau kita mau koperasi maju kita harus bina administrasi ini dengan baik dan bergandengan tangan sama sama membangun, setiap tahun Pemerintah selalu memberikan pengawasan pengawasan kelapangan,”  ungkapnya.

Kepala Bidang Koperasi Kota, Ahmad Musa mengatakan koperasi yang baik tentunya harus melakukan manajemen koperasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sehingga monitoring dan evaluasi dapat dilakukan oleh pemerintah.

“ kita mau ciptakan koperasi itu taat aturan yang pertama melaksanakan usahanya secara kontinyu dan pelaporan, baik pelaporan bulanan kalau bisa ya minimal laporan tahunan yang merupakan rapat anggota tahunan, dua point itu yang ingin kita cita citakan untuk pelaporan, sehingga monitoring atau evaluasi dari setiap koperasi maju mundurnya atau ada kendala itu yang menjadi dasar kita untuk kebijakan dan program selanjutnya,”kata Ahmad.

Diungkapkan Ahmad, saat ini pihaknya sedang melakukan pendapingan terhadap 233 koperasi yang terdiri dari 108 koperasi yang masih aktif, dn 125 dikaterikan tidak aktif.

“kami membuka diri untuk koperasi agar dapat berkonsultasi langsung kedinas dan kami melaksanakan pendampingan koperasi, karena kerja sama dari pengurus koperasi sangat kurang, mereka tidak mau menyampaikan keluhan keluhan mereka apa yang menjadi kendala bagi mereka,”harapnya.

Ditempat yang sama ditambahkan dari Sekretaris pengurus Koperasi Bina Tunas Sahabat  Kota Jayapura, Kornelis Watkaat mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada walikota dan wakil wali kota jayapura melalui dinas peridagkop dan UMKM kota jayapura yang melaksanakan kegiatan ini yang berikan manfaat besar bagi pengembang koperasi di Kota Jayapura.

“kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengelolaan koperasi kedepannya baik dalam peningkatan SDM untuk pemahaman tentang cara berorganisasi berkoperasi seperti apa, kemudian pengelolaan keuangan yang baik, untuk bagaimana mengelola keuangan tersebut sehingga menjadi sebuah pendapatan yang nantinya menjadi modal besar untuk koperasi berkembang menjadi koperasi mandiri,”jelas Kornelis Watkaat.

Pihaknya mengharapkan kedepannya pemerintah kota jayapura maupun pemerintah provinsi papua lebih khusus fokus pada system pengolaan keuangan.

” Kekurangan kita ialah dalam pemahaman sdm dan masalah system pengelolaan keuangan koperasi, diharapkan system pembinaannya yang perlu ditingkatkan” kata Wakaat.

“Kalau bisa  kedepannya pemerintah serius dalam memberikan bantuan modal usaha karena itu menjadi stimulan, perangsang bagi koperasi untuk maju, kedepannya oknum oknum yang selama ini bermain dengan bantuan usaha itu tolong dibersihkan tutupnya”. Tambahnya. (SIL/JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *