40 Warga Binaan Lapas Serui Di Berikan Pembinaan Kemandirian

foto bersama dengan enam kepala dinas terkait dalam kegiatan kegiatan penyerahan nota kesepakatan kegiatan pembinaan kemandirian narapidana antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Serui dengan enam Dinas terkait dilingkup Pemda Yapen
banner 120x600

Paraparatv.id | Yapen | Sebagai program Kerja Bina kemandirian Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Serui lakukan nota kesepahaman dengan 6 Dinas terkait dilingkup Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Yapen yaitu antara Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan ,Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian serta Dinas Sosial, dengan pemberian pelatihan kepada 40 warga binaan atau narapidana oleh masing-masing SKPD yang berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 28-29 Maret 2022 di Aula Lapas Serui.

Kepala Lapas IIB Serui, Abraham B Harjo mengatakan MOU ini dibuat sebagai bentuk Kerjasama dalam upaya saling mendukung kemandirian pembinaan warga lapas agar ketika kembali ditengah masyarakat para mantan warga binaan lapas serui ini sudah mempunyai bekal keterampilan dan pengetahuan.

Ia ungkapkan, dengan memiliki keahlian dan pengetahuan yang cukup diberbagai bidang bagi para mantan Narapidana ini ketika berada dimasyarakat sudah mempunyai kesibukan masing-masing sehingga menutup kemungkinan untuk mereka kembali lagi ke Lapas atau mengulangi perbuatan pidana yang lain.

“Dengan tujuan lembaga pemasyarakatan bahwa negara tidak berhak membuat orang menjadi lebih buruk sebelum dia masuk lembaga, Kami sebagai pemerintah yang menangani khusus bidang hukum membekali mereka keluar dari lapas harus lebih baik dari sebelum dia masuk”.ucap Abraham B. Harjo. Kepada awak media.

Di program tahunan ini selain para penghuni lapas mendapatkan sertifikat dari instansi terkait, mereka juga dapat memanfaatkan pengetahuan mereka disekitar areal sekitar Lapas seperti tahun sebelumnya telah dilakukan panen perdana sayur kangkung oleh Kakanwil langsung.

“Kita sudah 2 tahun ini memanen berbagai tanaman seperti sayur kol, kacang panjang, Sawi dan tanaman lainnya juga hasil tanaman ini dipasarkan keluar yang hasilnya masuk di kas negara yaitu penghasilan negara bukan pajak”. ujarnya.

Untuk Penghasilan Negara Bukan Pajak tahun ini, Abraham target yang diberikan dari Kementerian Hukum dan Ham di Lapas Serui sebesar Rp 3,080.000 sehingga agar mencapai target itu didapat dari hasil-hasil pembinaan para warga lapas dalam bercocok tanam, membuka kolam perikanan maupun pembukaan bengkel.

“Para warga binaan di lapas ini bukan hanya tidur saja tetapi disertai pembinaan-pembinaan kemandirian, olahraga, kerohanian yang out-putnya untuk kepentingan negara juga karena Lapas serui diusulkan untuk menjadi lapas produktif karena kita sudah ada penyetoran ke kas negara”. imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Yapen, Agustinus Wellem Bonai mengemukakan MOU ini diharapkan ada kerjasama yang baik dalam melakukan pembinaan bagi narapidana di Lapas Serui, Selaku dinas pertanian pihaknya akan melakukan pembukaan lahan bagi narapidana serta memberikan bibit tanaman agar dapat dimanfaatkan sehingga ketika mereka keluar dari Lapas ini sudah dapat memiliki keterampilan untuk meningkatkan ekonomi di kehidupannya.

“Kami dari dinas Pertanian ada punya lahan seluas 5 hektar di distrik Kosiwo yang bisa digarap tetapi juga bila ada masyarakat yang akan membuka lahan baru bisa bekerjasama dengan lapas untuk membukanya”.harapnya. (HB/JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *