Seribu Lilin Anak perdamaian di Pekabaran Injil

Sejumlah anak mengenakan pakaian adat nusantara membawa pesan perdamaian saat pemasangan 1000 lilin anak perdamaian GKI maranatha di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/2/2022). (Foto: FI)
banner 120x600

Paraparatv.id | Sentani | Seribu lilin anak perdamaian di parade jemaat berpakaian adat Nusantara pada kemeriahaan Hari Pekabaran Injil (HPI)  ke-167 tahun Gereja Kristen Injili (GKI) Maranatha, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/2/2022).

Dari pantauan tim paraparatv.id, Parade majelis dan jemaat GKI Maranatha mengenakan pakaian asal daerah masing-masing jemaat. Rute parade dimulai dari halaman gereja mengilingi kompleks SMK Pertanian.

Setibanya di depan stadion Lukas Enembe, rombongan menampilkan atraksi tarian dari kelompok Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) GKI Maranatha, parede kembali ke halaman gereja dan diakhiri dengan pemasangan 1000 lilin anak perdamaian.

Ditengah tengah atraksi anak-anak jemaat Maranatha, Pendeta Julina Panna memberikan pernyataan bahwa Injil adalah kekautan Allah yang menyelamatkan setiap orang. “Dan karena Injil itu, kami ada sampai sekarang dan bisa menikmati semuanya,” kata Pendeta Julina Panna.

Jemaat GKI Maranatha parade dari Gereja Maranatha di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/2/2022). (Foto: FI)

Parade pekabaran injil dan pemasangan 1000 lilin anak perdamaian tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan GKI maranatha, serangkaian kegiatan lainnya yang telah di laksanakan sebelumnya 29 januari lalu.

Selain memeriahkan HPI yang diperingati setiap tanggal 5 februari, parade pekabaran injil GKI Maranatha tersebut juga untuk memaknai masuknya injil di tanah Papua pada 5 Februari 1855 silam yang pertama kali di Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua Panitia Hari Besar Gereja (PHBG) sekaligus Ketua PAR GKI Maranatha, Anis Muai mengatakan kegiatan ini dalam rangka injil masuk di Papua dan membawa terang bagi Tanah Papua. “Kali ini dirangkaikan dengan pemasangan 1000 lilin anak perdamaian melibatkan anak-anak remaja GKI Marantha, dilatarbelakangi dari injil yang masuk di papua yang membawa terang bagi papua sehingga bisa membawa sukacita dan damai papua terutama bagi anak-anak papua sebagai penerus,” kata Anis Muai.

Parade pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia serta penyalaan seribu lilin anak perdamaian, dapat dimaknai dengan berbeda-beda suku dalam sebuah gereja, perdamaian tetap terjaga untuk Tanah Papua. (FI/Sil/ith)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *