Minim Sosialisasi, Vaksinasi SD Advent Doyo Dipertanyakan

Vaksinasi pada anak yang dilakukan oleh tenaga medis di Papua (Paraparatv)
banner 120x600

Paraparatv.id |Jayapura | Meski sudah menjadi salah satu program daerah Kabupaten Jayapura untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada anak 6-11 tahun namun hal tersebut dirasakan jauh dari kata sosialisasi yang layak.

Hal ini menjadi gaduh saat adanya edaran dari Puskesmas Waibhu melayangkan surat pemberitahuan adanya vaksinasi yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (9/2/2022) di SD Advent Doyo Baru, Kabupaten Jayapura melalui Whatsapp dari wali kelas pada Selasa (8/2/2022).

Sontak hal ini membuat para wali murid, salah satunya Agus Purwanto mengakui bahwa tindakan ini sebuah pemaksaan kepada anak-anak didik.

“Saya kaget demgan adanya informasi lewat WA akan adanya vaksin yang dilaksanakan besok kepada anak-anak, ini bukannya sebuah tindakan pemaksaan seharusnya ini dilakukan dengan pemberitahuan beberapa hari sebelumnya atau paling tidak satu minggu,” ujar Agus.

Menurutnya harus ada sosialiasi paling tidak sebelum adanya pelaksanaan vaksinasi tersebut sehingga tidak membuat sok dan terkejut.

“Bukan menolak vaksinasi akan tetapi adanya sosialisasi yang baik kepada kami semua ini. Vaksinasi ini kan juga nggak wajib, jikalau ada yang sakit tidak bisa divaksin maka anak yang tidak bisa divaksin ini nggak bisa masuk kelas trus bagaimana,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y Mokay saat dikonfirmasi soal adanya rencana vaksinasi tersebut mengatakan pemberian vaksin untuk anak 6-11 tahun, seharusnya pihak sekolah melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Harus ada kesepakatan dengan orang tua, dan menganjurkan jangan laksanakan vaksinasi di sekolah, kalau boleh vaksin di Puskesmas atau tempat umum supaya jangan sampai karena anak di vaksin di sekolah, jadi masalah lalu ortu menyalahkan sekolah karenanya saya sarankan vaksin di luar sekolah,” ujar Ted Y Mokay saat dikonfirmasi selasa (8/2)di ruang kerjanya.

Ted Y Mokay menegaskan saat ini pihaknya menerapkan system pembelajaran tatap muka pershift dan normal etergantung situasi dan kondisi yang ada.

“Tatap muka terbatas dengan system shift, sementara ini jalan seperti,itu namun beberapa sekolah yang jauh pembelajaran berjalan normal,kalo dulu ada beberapa distrik yang jauh dari Kota seperti Ravenirara, Yokari, Demta berbeda dengan sekolah sekolah di distrik sekitar kota yang telah menerapkan PTM dengan system shift,” katanya.

“Belum ada edaran terbaru dari Bupati Jayapura soal PTM menyoal menyikapi naiknya angka pasien Omnicron di beberapa daerah, akan kami segera sosialisasikan jika ada edaran barunya,” lanjutnya.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada unsur Forkompimda, Kepala Instansi Pemerintah, Kepala Instansi Swasta maupun BUMN/BUMD, Pemimpin Jemaat masing-masing tempat ibadah, serta kepala distrik dan kelurahan/kampung se-Kabupaten Jayapura.

Surat edaran tersebut dikeluarkan guna mempercepat langkah vaksinasi Covid-19 pada anak dengan usia 12-17 tahun, masyarakat produktif dengan usia 18-59 tahun dan lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun sesuai kebijakan pemerintah pusat. (Febri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *