Jaga Kepunahan Rakyat Papua Dari Serangan HIV/AIDS

Gubernur Papua Lukas Enembe berikan sambutan di peringatan hari AIDS se-dunia di halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (1/12/2021). (Foto grab video: D)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Lukas Enembe, menyerukan jaga rakyat asli Papua agar tidak punah oleh penyakit HIV/AIDS.

“Peringatan tiga puluh tahun HIV/AIDS mengingatkan kita 30 tahun penyakit ini bersama kita di Papua. Bagaimana kita selamatkan yang tidak kena.” Kata Gubernur Lukas Enembe dalam sambutannya kepada jajaran Forkompimda Papua, tokoh adat, tokoh agama dan perwakilan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang hadir di halaman kantor Gubernur Papua, Dok II, Kota Jayapura. Rabu, (1/12/2021).

Gubernur Enembe, dalam sambutannya menegaskan di tahun 2030 mendatang, tidak ada lagi rakyat Papua yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Karenanya Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama berupaya ekstra memutus mata rantai HIV/AIDS.

Selain itu, Gubernur Enembe juga mengingatkan rakyat asli Papua yang semakin sedikit populasi di atas negerinya sendiri untuk menghindari pola hidup tidak sehat, hindari perilaku seks bebas, narkoba, dan minuman keras.

Secara umum, data tahun 2021 dari KPA Papua, ODHA berjumlah 46.967 jiwa. Angka itu menjadikan Papua di daftar nomor satu nasional.

Peserta membawa spanduk hari AIDS se-dunia ke halaman kantor Gubernur Papua. (Foto grab video: D)

Pengidap HIV/AIDS secara populasi penduduk di 29 Kabupaten dan kota di Provinsi Papua, Kabupaten Nabire menjadi daerah yang tinggi kasus HIV/AIDS berikut Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya.

“Mencapai enam ribu sampai delapan ribu sekian (ODHA),” kata Anton Mote kepada awak media di Gedung Sasana Krida pada momen yang sama.

Menurut Ketua Harian KPA Papua itu, angka tersebut masih dapat berubah naik sebab masih ada sejumlah ODHA di tengah kelompok masyarakat yang belum terdata oleh KPA Papua.

“Maka upaya KPA adalah menggali semua ini, kita tidak lihat hari ini mana yang rendah, mana yang tinggi, tetapi kita coba mem-follow up, melakukan pemetaan, maka bisa saja kabupaten yang hanya beberapa (temuan kasus) saja, bisa saja jadi ratusan bahkan ribuan.” kata Anton.

Dengan kepengurusan KPA Papua yang baru mengusung semboyan ‘Waspada HIV AIDS, Kitorang Baku Jaga, Selamatkan yang Tersisa’ diharapkan menjadi semangat bersama menjaga populasi orang asli Papua agar tak punah. (SA/ith)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *