Bau Busuk ‘Korupsi’ di Proyek Hotel Tabita 1

Pembangunan Hotel Tabita Tahap II, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto: NM)
banner 120x600


Paraparatv.id | Sentani | Dugaan korupsi dalam proyek pemugaran Gedung Dharma Wanita Tabita menjadi Hotel Tabita yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jayapura sebesar Rp72,8 miliar, Episode 1 (pertama).

Tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menunjuk PT Plaza Crystal International (PCI) sebagai pemenang tender pembangunan Hotel Tabita Convention Center Sentani. Proyek dijadwalkan berjalan pada bulan Maret 2019, namun baru dikerjakan pada 20 September 2019 dengan waktu pengerjaan selama 330 hari, atau ditargetkan tuntas pada 15 Agustus 2020.

Pembangunan dengan nilai pagu APBD tahun 2019 sebesar Rp72.887.399.120 dan harga negosiasi penawaran dari PT PCI sebesar Rp72.824.338.000. Dari nilai ini, dapat menyulap gedung Dharma Wanita Tabita menjadi sebuah Hotel Tabita dan hotel tersebut digadang-gadang menjadi salah satu penginapan bagi sejumlah atlet yang akan mengikuti perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, tanggal 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021.

Dalam proses pembangunan, PT PCI menggandeng CV Karya Mandiri sebagai vendor alat berat dan CV Raja Beton sebagai penyedia besi dan beton, guna mendukung penyelesaian pembangunan tersebut.

Sayang, pembangunan hotel ini tak berjalan mulus, mulai terlihat pada 7 Maret 2020 saat para pekerja melakukan aksi protes, setelah perusahaan tak membayar upah sejak bulan Januari. Spanduk-spanduk bernada protes juga menghiasi disetiap sudut lokasi aksi.

Di bulan April 2020, para pekerja mengadukan nasib mereka ke kantor Disnakertrans karena upah kerja belum juga dibayar. Pekerjaan mulai berjalan lambat, bahan bangunan menipis, biaya makan dan jaminan kesehatan para pekerja tak kunjung diselesaikan.

Dua bulan kemudian, Kamis, 11 Juni 2020 sekitar pukul 01.00-02.00 waktu Papua, bangunan tersebut dilahap si jago merah. Seluruh bahan bangunan yang sedang dikerjakan dan persediaan bahan bangunan yang masih tersisa, tak tersisa dari amukan api.

Seminggu setelah peristiwa kebakaran, Pemkab Jayapura memutuskan kontrak kerja sama dengan PT PCI lewat Surat Pemutusan Kontrak Nomor 601/188.1/DP2KP/VI/2020 pada 19 Juni 2020.

Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pembangunan gedung hotel yang rencananya berbentuk huruf ‘O’ itu hanya tercapai sekitar 24,7 persen dan Pemkab Jayapura sudah menyerahkan uang muka serta pembayaran tahap pertama senilai Rp21,4 miliar. Bersambung episode 2.(NM/ith)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *