Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Ratusan Relawan PON Papua Tuntut Upah Kerja

64
×

Ratusan Relawan PON Papua Tuntut Upah Kerja

Sebarkan artikel ini
Sejumlah massa membakar ban motor dan atribut PON Papua di ruas jalan pintu masuk Kantor Otonom Jayapura, Jumat (29/10/21). (Foto: A)
Example 468x60

 

Paraparatv.id | Jayapura | Ratusan relawan PON XX Papua memalang pintu gerbang kantor Otonom Provinsi Papua. Aksi tersebut dilatari oleh janji pemberian upah relawan dari Panitia Besar (PB) PON Papua sejak Rabu, 27 Oktober 2021 yang akan direalisasikan pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Salah seorang relawan bidang konsumsi klaster Kota Jayapura, Tius menuntut pernyataan oleh Panitia Besar PON XX yang akan realisasikan pembayaran upah kepada seluruh relawan PON XX dalam waktu tiga hari. “Pak Yunus juga bilang bahwa nanti hari Jumat itu kami akan bagikan semua.” Kata Tius

Dirinya mengaku bersama ratusan relawan lainnya telah berada di Kantor Otonom sejak jam tujuh pagi menunggu kehadiran Ketua Harian PB PON Papua, namun hingga pukul 10 pagi tak kunjung tiba. Merasa tak digubris oleh panitia, lanjutnya, secara spontan para relawan melakukan pemalangan gerbang tersebut, membakar ban mobil, dan beberapa atribut PON.

Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak dilokasi kejadian mengarahkan agar aksi pemalangan tak dilakukan. Pihaknya berusaha menghadirkan panitia yang bertanggungjawab menangani hak-hak para relawan dalam hal ini koordinator bidang sumber daya manusia, Alberto G. Wanimbo.

“Saya akan mencari ketua SDM PB PON, yang jelas saya akan cari, dapat, nanti akan berbicara supaya jangan terjadi hal-hal yang tidak-tidak,” kata Kapolsek Abepura.

 

Koordinator bidang sumber daya manusia (SDM) Alberto G. Wanimbo saat menerima pendemo, mengatakan pihaknya masih melengkapi data-data relawan yang kurang, dan secepatnya akan menindaklanjuti hak-hak relawan. “Kami masih merevisi dan melengkapi data-data 17 ribu relawan, jadi mohon bersabar dan kami mohon bagi relawan yang berkasnya masih kurang, segera dilengkapi,” kata Alberto.

Dari pandangan mata dilapanga, situasi aman terkendali dan setelah mendengar penjelasan dari pihak PB PON Papua, masa berangsung-angsur membubarkan diri dengan tertib. (A)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *