Kodam Cederawasih Amankan Dua Terduga Separatis Teroris miliki senjata pelontar granat

0
81
Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A didampingi jajarannya menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan personelnya yaitu satu pucuk senjata GLM (pelontar granat) di hadapan para wartawan di lobby Makodam XVII Cenderawasih. Rabu, 8 September 2021.

Paraparatv.id | Jayapura | Dua orang anggota terduga kelompok separatis teroris (KST), kelompok Ngalum Kupel berhasil ditangkap empat personel Koramil 1715-05/Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kronologis penangkapan dua anggota terduga kelompok separatis teroris itu terjadi bermula saat Babinsa Batom mendapatkan informasi dari masyarakat Kampung Abutkerom yang melihat dua orang tak dikenal menggunakan perahu jenis jhonson dari perairan negara PNG masuk ke wilayah Indonesia dengan tujuan lokasi yaitu Mongham, wilayah pangkalan (basis) TPN/OPM. Selasa, (7/9) pagi sekira pukul 07.00 WIT.

Setelah tiba di kampung Muara, perahu jhonson yang ditumpangi oleh dua otk mengalami kerusakan mesin sehingga mereka menetap di Kampung Muara sembari mencari perahu pengganti untuk digunakan menuju Kampung Mongham.

Sekira pukul 10.30 (pagi) WIT, empat personel Koramil 1715-05/Batom beserta beberapa masyarakat lokal menuju ke Kampung Muara menggunakan speedboat guna melakukan pengepungan dan penangkapan di pertengahan sungai yang mengarah ke Kampung Oksib dan Kampung Mongham.

Pengepungan itu berhasil setelah 4 personel Koramil 1715-05/Batom beserta masyarakat menangkap dua orang terduga KST sekira pukul 13.30 WIT, dan langsung diamankan ke Koramil 1715-05 di Distrik Batom, sekaligus mengamankan dua unit speedboat

Hasil penangkapan tersebut menguak identitas dua orang terduga KST itu, dengan inisial nama (YU) dan (KU).

Terdapat beberapa barang bukti yang telah diamankan dalam penangkapan itu berupa dua pucuk senjata M16, satu pucuk GLM (senjata jenis pelontar granat), satu pucuk senjata double loop, serta dua pucuk senjata laras panjang rakitan. Seluruh barang bukti tersebut dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu, barang bukti lainnya berupa amunisi kaliber 5,56 sebanyak 35 butir, dua butir amunisi GLM, solar cell, serta sebuah bendera bintang kejora.

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A mengatakan proses pengepungan dan penangkapan yang dilakukan personelnya beserta masyarakat terhadap dua anggota terduga KST tidak menimbulkan kontak senjata.

“Dalam penangkapan kedua terduga KST tersebut, tidak ada perlawanan atau pun kontak tembak, jadi tanpa mengeluarkan sedikitpun peluru, dan tanpa ada korban, baik anggota KST maupun anggota kita dan masyarakat.” Ungkap Panglima Kodam XVII/Cen. Yogo Triyono saat konferensi pers di lobby Makodam XVII Cenderawasih, Rabu (8/9) siang.

Pangdam XVII/Cen. Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, menjelaskan lebih lanjut terkait barang bukti senjata yang telah diamankan bukan senjata organik milik TNI atau Kepolisian, melainkan dari hasil perdagangan senjata di wilayah negara tetangga, PNG. “Hasil pendalaman dua orang tersebut sementara bahwa senjata ini memang bukan senjata organik TNI atau kepolisian tapi mereka dapatkan dari jual beli senjata di PNG.” terang Pangdam Ignatius.

Keberhasilan penangkapan terduga KST beserta barang bukti di wilayah pegunungan tengah Papua merupakan buah komunikasi sosial dan pembinaan teritorial yang dilakukan anggota TNI kepada masyarakat setempat.
“Komunikasi sosial, pembinaan teritorial personel Kodam XVII Cenderawasih, Korem, sampai dengan Babinsa itu sangat berhasil. Komunikasi sosial dengan masyarakat, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat di wilayah setempat itu berjalan dengan baik sehingga masyarakat bisa terbuka dan menyampaikan hal-hal yang sekiranya mengganggu situasi keamanan dan ketertiban.” Pungkas Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here