Dugaan Korupsi Hotel Tabita Sentani, 10 Saksi Telah di Periksa Kejati

0
22
Kantor Kejaksaan Tinggi Papua

Paraparatv.id | Jayapura | Mendalami dugaan Korupsi Hotel Tabita Sentani Kejaksaan Tiggi Papua (Kejati) telah memanggil dan memintah keterangan sepuluh orang sebagai saksi. Terkait progress pembangunan Hotel Tabita di Sentani Kabupaten Jayapura yang menggunakan dana APBD Kabupaten Jayapura sejak tahun 2019 .

”Sudah sepuluh saksi yang telah kita periksa dan minta keterangan mereka, rata-rata dari pihak dinas kabupaten Jayapura “Kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Asipidsus) Kejaksaan Tinggi Papua Sinuraya, saat di Konfirmasi, Kamis, 23 September 2021.

Alexander Sinuraya megungkapkan 10 saksi yang di periksa tersebut yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) keseluruhannya dari pihak Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Jayapura dinas terkait. Sehingga untuk mengumpulkan bukti-bukti lebih jauh pihaknya masih menunggu beberapa saksi lain yang di panggil untuk memberikan keterangan terkait dengan adanya dugaan Korupsi Pembangunan Hotel yang notabene asset Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Aspidsus Kejati Papua Alexander Sinuraya mengungkapkan, dugaan korupsi seperti yang di laporkan yakni 3 Miliar tersebut, merupakan kelebihan pembayaran seperti yang dilaporkan

“Ternyata dari penghitungan terakhir itu ternyata uang yang diterima sama dengan fisik di lapangan masih kurang”ungkapnya.

Selain pihak Pemerintah daerah yang telah di periksa, Kejati juga akan menghadirkan saksi lain seperti Saksi Ahli, untuk melihat kasus tersebut sejauh mana fakta-fakta yang di beberkan .

Sementara untuk Rekanan atau pihak yang mengerjakan proyek pembangunan hotel yang menelan Biaya hampair mencapai 72 Miliar lebih tersebut, belum mampir ke kejati Papua untuk memberikan keterangan . Pembangunan Hotel Tabita sendiri yang bersumber dari APBD Kabupaten Jayapura Tahun 2019 sebesar Rp 72.877.339.120.

Dimana PT Plaza Crystal Internasional (PCI) selaku pemenang Tender tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran Pembangunan Hotel senilai Rp. 3 Miliar. Meski PT. PCI telah menerima uang Muka tahap pertama sebesar RP 24 Miliar lebih, namun dari Hasil Audit BPK RI, ternyata ada kelebihan pembayaran yang tidak dapat di pertanggung jawabkan.

Sementara untuk Tahap II (dua) Pembangunan Hotel yang seharusnya di renakan untuk mendukung perhelatan PON XX Papua Tahun 2021 itu, menelan biaya sebesar RP. Rp 48.529.338.000,00 yang melekat pada Dinas Pertanahan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Jayapura.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Dinas Pertanahan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman (DP2KP) Kabupaten , Terry F. Ayomi yang hendak di konfirmasi belum memberikan Komentar hingga berita ini di tulis.

Tetapi berdasarkan penelusuran Lanjutan Tahap kedua Pembangunan Hotel Tabuta di Kerjakan Oleh PT. Krisna Karya , meski sempat terbakar pada awal 2021 lalu, namun Pembangunan Hotel Tabita masih berlanjut menurut keterangan salah satu pekerja di kawasan tersebut , kondisi Pembangunan Hotel baru mencapai 6 persen, yang akan di bangun tiga lantai dengan target Penyelesaian hingga Desember 2021. (NM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here