Lima Venue PON XX Papua Bebas Pemalangan

0
87
Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano bersama Kapolda Papua Irjen pol Mathius D Fakhiri

Paraparatv.id | Jayapura | Tindakan pemalangan sejumlah venue Pekan Olahraga Nasional ke 20 di dua klaster penyelenggara yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura masih dilakukan oleh pemilik ulayat atau masyarakat adat setempat.

Sejak dibangunnya berbagai prasarana penunjang cabang olahraga yang akan berlaga pada PON XX Papua di bulan Oktober mendatang, Pemerintah Provinsi Papua mendapati kendala-kendala baik dari aspek anggaran penyelenggaraan hingga pembebasan lahan.

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional XX (PB PON XX) Papua bersama Sub Klaster Penyelenggara Kota Jayapura meninjau langsung lokasi yang disiapkan untuk beberapa cabang olahraga yang berada di Kota Jayapura, Senin 16 Agustus 2021.

Agenda kunjungan lokasi (venue) perhelatan olahraga multicabang empat tahunan tingkat nasional ini diikuti oleh Ketua Harian dan Ketua Bidang I PB PON XX Papua, serta Wali Kota Jayapura, Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih dan Komandan Lantamal X Jayapura.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa pada persiapan penyelenggaraan, masyarakat adat di Kota Jayapura sepenuhnya mendukung sukses PON XX Papua.

Wali Kota Jayapura yang akrab disapa Ayi (Bahasa Tobati untuk Bapak) menambahkan bahwa tindakan pemalangan yang dilakukan masyarakat adat di Kota Jayapura, semata adalah tuntutan uang permisi.

Ketua Umum Sub PB PON XX Kota Jayapura ini juga tidak menampik adanya pembahasan bersama masyarakat adat usai penyelenggaraan PON nantinya.

“Mereka (masyarakat adat) ini hanya minta uang permisi, uang sekapur sirih, uang pinang. Itu saja.” Kata BTM usai berkunjung ke dua lokasi atau venue perhelatan PON XX Papua untuk cabor selam di Dock II, dan stadiun Mandala, Kota Jayapura. Senin, (16/8/2021).

“Untuk di Kota Jayapura tidak ada masalah, kami dengar langsung apa maksud dan tujuan dari pada mereka memalang ini. Karena mereka mintanya ada uang permisi. Dan mereka semua mendukung PON ini harus sukses di Papua. Nanti hal-hal lain setelah PON baru kita bicara. Mereka menerima hal tersebut.” Jelas BTM.

Lebih lanjut, BTM mengurai sejumlah lokasi yang sempat terkendala pemalangan, telah dilakukan pendekatan persuasif oleh pihaknya bersama masyarakat adat setempat. Venue atau lokasi yang telah bebas pemalangan yakni diantaranya untuk cabang olahraga sepatu roda, dayung, tenis lapangan, layar, dan di Stadion Mandala.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolda Papua dan Bapak Pangdam (XVII Cenderawasih), Bapak Lantamal X Jayapura, yang telah turun langsung untuk berdiskusi dengan masyarakat adat. Kami juga sudah lebih awal melakukan pendekatan dengan masyarakat adat. Masyarakat menerima uang permisi yang harus diberikan, mereka tidak ganggu dan mereka semua mendukung suksesnya PON di Tanah Papua.” Pungkas BTM. (AY/Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here