Pelatihan RPJMK /APBK dan Aplikasi SAGU PAPUA oleh JERAT PAPUA sangat membantu Aparat Kampung dalam Pelaporan Administrasi Kampung Di Distrik Buruway

0
77
Kepala Distrik Buruway Arsad Watora di Dampingi Staf Jerat Papua Jimy Beay dan Fasilitator Eduard Agaki saat foto bersama dengan Para Kepala Kampung se-Distrik Buruway Kabupaten Kaimana Papua Barat

Paraparatv.id | Kaimana | Kepala Distrik Buruway Kabupaten Kaimana Arsad Watora mengapresiasi kegiatan Pelatihan Penyusuan RPJMK / APBK dan penggunaan  Aplikasi  SAGU PAPUA  yang di gelar oleh Jeringan Kerja Rakyat Papua (JERAT)  selama 1 minggu  dikuti oleh 10 kepala Kampung, Sekretaris Kampung, Bamuskam, dan  Kader Kampung di Distrik Buruway Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.

Saat menutup kegiatan tersebut, Sabtu, 6 Maret 2021 Kepala Distrik Buruway Arsad Watora mengapresiasi terobosan yang di lakukan oleh Jaringan Kerja Rakyat Papua (JERAT) karena menurutnya, ini sangat membantu aparat kampung di wilayahnya dalam melakukan pelaporan atau pengimputan data admistrasi kampung secara baik

“ Ini menambah wawasan kepada aparat kampong saya, terutama 10 kampung yang ada,  kegiatan ini bukan hanya disini saja, tetapi harus berkelanjutan  sehingga dalam mengelola dana kampung mereka benar-benar paham “ ungkap Kadistrik Arsad Watora saat menutup kegiatan pelatihan tersebut.

Lanjut Arsad Watora Distrik Buruway  Kabupaten Kaimana  Papua Barat sendiri terdapat 10 kampung, tetapi dalam pelaporan Administrasi kampung, hanya beberapa kampung yang di lakukan pendimpingan oleh distrik dalam Pelaporan administrasi Kampung, sehingga dengan adanya pelatihan seperti ini di nilai memberikan  kontribusi sekaligus membantu distrik dalam mengontrol kampung-kampung yang ada di sekitarnya dalam mengimput pelaporan mereka, baik pelaporan penggunaan dana kampung, Adamistrasi Kependudukan, juga membantu kader kampung dalam mengimput data baik Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi  kerakyatan.

“Selama ini distrik ada lakukan Pendampingan Cuma di beberapa kampung saja, tetapi alhamdulilah hari ini semua kampung dapat ikut kegiatan seperti begini sehingga Jerat Papua sangat membantu kami terutama di Kampung-kampung,“ katanya

Tamrim Chandra Kepala Kampung Kambala Distrik Buruway Kabupaten Kaimana, menyambut baik kegiatan yang di gelar Jerat Papua  sangat berdampak positif dimana materi yang di berikan, bisa memberikan kontribusi yang besar dan berdampak kepada pemerintah kampung yang selama ini masih bergantung kepada APMK dari sisi administrasi

“Selama ini kita masih  melakukan pelaporan di damping oleh pendamping desa, juga dari PMK kita berharap dengan kegiatan ini, kampung-kampung yang ada bisa mandiri dalam pembuatan administrasi, “ tuturnya

Menurut Tamrin dari sekian kampung yang ada di Kabupaten Kaimana, hanya beberapa kampung yang sudah memiliki RPJMK, sehingga kedepan melalui kegiatan ini kampung-kampung lain mampu mandiri dan menyusun RPJMK sendiri.

Eduard Agaki fasilitator sekaligus pemberi materi RPJMK/APBK mengakui dari 10  kampung yang mengikuti pelatihan tersebut  9 diantaranya belum memiliki dokumen RPJMK/ APBK, begitu juga dengan dokumen-dokumen yang lain, pada umumnya penyusunan dokumen di bantu oleh pendamping, atau staf DPMK dan kader kampung setempat

“Aparat kampung sendiri belum memahami bagaimana menyusun dokumen RPJMK, RKPK, maupun APBK, memang itu kelemahan yang pada umumnya hamper terjadi di semua kampung di Papua .bagaiaman munyusun perencanaan dan juga penganggaran kampung, “ jelasnya .

Selain penyusunan RPJMK, pertanggung Jawaban anggaran kampungpun masih di kerjakan oleh pendamping P3MD.

 Jimmy Beay, perwakilan dari Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Papua menyebutkan bahwa kedua kegiatan pelatihan tersebut  dilaksanakan selama seminggu yakni 1 hingga 6 maret 2021, dengan materi RPJMK/ dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SAGU PAPUA sebagai Aplikasi paten pendataan Kampung/Desa, Se-Distrik Buruway Kabupaten kaimana.

“ Pelatihan sistem Administrasi dan Informasi Kampung ini kita singkat dia Sagu Papua, ini adalah sebuah aplikasi yang kita gunakan untuk pendataan Kampung/Desa dengan mengunakan aplikasi tersebut, dan aplikasinya bisa bekerja secara Ofline, sehingga para aparat pemerintahan kampun bisa memakai untuk pengimputan data kampung secara terdata dan terkafer dengan baik sesuai baik, termasuk kalau ada peta kampung bisa di masukan juga,”ungkap Jimmy Beay.

10 kampung dari Distrik Buruway yang terlibat pada pelatihan tersebut yakni :

Kampung Guriasa, Kampung Gaka, Kampung Hia, Kampung Tairi, Kampung Esania, Kampung Yarona, Kampung Edor , Kampung Kambala, Kampung Adi Jaya, Kampung Nasaulan. (Nesta/Jerat Papua ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here