Bupati Tolikara Usman Wanimbo kembangkan Kampung tangguh Ekonomi

0
132
Ngobrol kopi pagi bersama forkopimda Tolikara disalah satu cafe di Kota Karubaga Tolikara

Paraparatv.id | Tolikara | Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara Ir. Palangsong latuconsina memgelar acara ngopi pagi di Kampung agrowisata linggirame desa ebenhaesar distrik Karubaga Tolikara Papua Selasa, 23 Maret 2021.

Pada acara ngopi pagi itu melibatkan Asisten II Yusak Totok krido dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah OPD Pemkab Tolikara,dan juga Kapolres Tolikara AKBP Dr. Y. Takamuly, Perwira penghubug Kodim Jayawijaya Wamena, danton brimob, danton pos TNI Maleo Karubaga, danpos Minagi, serta tokoh masyarakat lainnya. Acara itu juga disaksikan para tamu undangan lainnya dari penggiat kopi,peternak,dan pemilik cafe – cafe di kota karubaga.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE, M.Si diwakili Asisten dua Sekda Tolikara Yusak Toto Krido Sasongko pada acara itu mengapresiasi tinggi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Ir. Palangsong Latuconsina telah mengembangkan pertanian dan perikanan serta peternakan secara menyeluruh di Tolikara.

Terbukti dengan diproduksinya ramuan baru Kopi jahe merah yang menjadi produk unggulan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Tolikara. Selain itu beberapa komoditas unggulan telah di produksi Dinas terkait diantaranya minyak buah merah,dan jus nenas,serta jus jeruk dan ada beberapa komoditas unggulan yang terus dikembangkan Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara.

“Pertanian ini kita masyarakatkan lebih giat lagi dengan mengajak masyarakat menanam jahe merah kepada masyarakat yang gemar berkebun”. Ujar Asisten Yusak totok.

Menurutnya masyarakat diajak menanam singkong untuk makanan lokal yang bisa di olah menjadi tepung tapioka sama halnya dengan di daerah pesisir pantai adalah sagu karena makanan ini sangat cocok untuk anatomi tubuh Orang papua bedah dengan orang jawa,sumatera,sulawesi yang suka makan beras. Karena itu masyarakat diminta tingkatkan produktifitas pertanian maupun turunannya agar apa yang dilakukan bermanfaat untuk masyarakat. Pemerintah dengan stakeolder lainnya terutama Dinas pertanian dan Perikanan yang lebih dekat dengan masyarakat dituntut lebih berinovatif lebih berkembang dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat agar masyarakat diberdayakan dan akhirnya masyarakat bisa mengenali prodak unggulan lebih bagus lagi.

Asisten II Yusak totok krido menambahkan Program – program pelatihan kepada masyarakat melalui dinas terkait agar ditingkatkan lagi sehingga bukan hanya penyuluhan tetapi bagaimana masyarakat di ajari bertani kopi dan pengelolaannya secara baik. Pemasaran menjadi bagian penting untuk tingkatkan kerjasama dengan dinas koperasi dan perdangangan UKM Tolikara yang patut didukung dengan Promosi tentu menjadi bagian utama agar produksi unggulan bisa dikenal luas.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tolikara Ir. Palangsong Latuconsina menegaskan komiditi ekonomi yang sedang dikembangkan melalui agrobisnis dan agroindustri adalah kopi,jahe,buah merah,nenas,dan jeruk,serta ubi jalar,singkong,selain itu juga ternak babi,bahkan Perikanan dalam bentuk kolam. Namun pada saat ini masih focus perkebunan kopi dan ekonomi masyarakat lainnya,salah satunya adalah pengembagan kampung tangguh. Perkebunan Kopi sudah mulai bergerak sejak tahun 2013 yang lalu, dan kami sudah mengolah beberapa varian yaitu kopi jahe merah,dan biji kopi dan lain sebangainya. Karena itu dihimbau kepada semua pihak bahu membahu untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Tolikara yang kita cintai bersama ini.

“potensi agrobisnis dan agroindustri di kolaborasikan dengan agrowisata yang lebih tren saat ini. Karena itu kita mulai berkolaborasi antara pertanian dan peternakan dengan pariwisata seperti di kampung linggirame ini”. Imbu Kepala Dinas Palangsong latuconsins.

Menurutnya memilih komoditas yang bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dari komoditi kopi ini, komoditi yang mendunia bukan hanya kopi Tolikara saja. Tetapi daerah Papua bahkan seluruh dunia, semua demam kopi,saat ini di kota karubaga saja sudah mulai berkembang cafe – cafe. Kondisi ini menunjukkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Ir. Palangsong latuconsina lebih jau menegaskan Guna mendukung Visi dan Misi Bupati Usman G. Wanimbo,SE,M.Si dan Wakil Bupati Dinus wanimbo,SH,M.H Dinas Pertanian dan peternakan gelontorkan program satu keluarga harus punya kebun kopi 2 hektar. Dengan menanam 2 ribu pohon saja dalam jangkah waktu 3 sampai 4 tahun bisa menghasilkan milyaran rupiah. Karena umur panen kopi 2 tahun sudah berbuah,misalnya 1 pohon menghasilkan 3 kilo kali 2000 pohon sudah 6000 kilo atau 6 ton,misalnya kita jual satu bungkus kopi 75 ribu kali 5 bungkus sudah 325 ribu kali 6000 kilo atau 6 ton bisa dapat 1,8 milyar cobah bayangkan. Kopi bisa berbuah 2 sampai 3 kali dalam setahun.

Dikatakan sebenarnya perkebunan kopi sudah dikembangkan sejak para misionaris pembawah ajaran Nasrani datang di daerah Tolikara,tetapi karena belum ada pemasaran sehingga masyarakat menebang pohonnya. Namun Bupati Usman G. Wanimbo memerintahkan untuk mendorong masyarakat kembali menanam kopi dengan membeli hasil panen sehingga saat ini seluruh distrik sudah mulai tanam kopi.

Sementara itu, Kapolres Tolikara AKBP DR.Y.Takamuly pada kesempatan yang sama juga mengatakan kepolisian punya program Bimas Noken dengan kegiatan membagun kampung tangguh,sasaran kegiatan diantaranya pertanian,taman baca TK PAUD,Peternakan, dan Pariwisata. Kita sudah bagun kerjasama dengan Pemkab Tolikara terutama dinas terkait seperti dinas pertanian dan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memajukan pendidikan di Kampung. Kami datangi kampung tangguh hanya memberikan sport atau dukungan untuk masyarakat lebih maju.

Sementara itu Emas bogum Petani Kopi Kampung linggirame Desa Ebenhaesar distrik Karubaga Tolikara Papua mengatakan dataran Tolikara tanahnya subur,tanpa pupuk kita tanam apa saja tumbuh subur. Apalagi tanam bibit kopi pasti tumbuh subur,sebenarnya masyarakat Tolikara gemar bertani,sehingga digenjot menanam kopi tentu dengan penuh semagat menanam. Namun yang sering kesulitan adalah Pemasaran,karena itu diminta dinas terkait buka pemasaran agar hasil komoditas kopi bisa dijual cepat di pasaran.

“Saya minta bantuan mesin pengilingan kopi taru di sejumlah pusat perkebunan kopi,saya minta juga penyuluhan tentang pengolahan kopi digiatkan”. Imbu Emas bogum.

Usai acara ngobrol kopi pagi itu dilanjutkan dengan panen kopi,dan dilanjutkan lagi panen buah nenas,panen sayur kangkung cabut,dan memancing ikan mujair dan ikan lele yang dibudidayakan petani Emas bogum di kampung linggirame. (Redaksi/Diskominfo Tolikara)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here