Sering Terendam Banjir Lumpur, Atlit Dayung Minta Perhatian Serius KONI Papua

0
117
Kondisi mess Atlit Dayung di Batas Kota saat membersikan lumpur yang masuk ke kamar Atlit

Paraparatv.id | Sentani  | Mes Atlit Dayung Papua yang berada di Batas Kota dan Kabupaten Jayapura Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura sering terendam banjir lumpur tanah merah saat hujan, sehingga para atlit dan official minta perhatian serius Koni Papua.

Rosmina Sanggrabani Pelatih Dayung Papua mengeluhkan kondisi yang terjadi di mes dayung tersebut, menurutnya kondisi tersebut sudah sering terjadi , sehingga dirinya meminta perhatian Koni Papua

“Kondisi kalau cuaca hujan kita mengalami hal seperti ini , sudah empat kali kita kerok terus kita butuh pihak pemerintah atau koni untuk menimbun atau bagaimana agar kita bisa menjalankan program latihan dengan baik, atlit bisa tidur dengan baik, ” harapan Rosminas Sanggrabani saat di temui di mes dayung batas Kota, Selasa, 9 Februari 2021.

Kondisi mes yang seperti keluh Rosmina anak didiknya di mes dayung tidak dapat tidur dengan nyaman , karena kwatir jika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi maka potensi banjir dan lumpur yang menggenangi kamar-kamar atlit pasti terjadin, sehingga membuat atlit dayung yang ada terpaksa kerja bakti untuk membersikan lumpur -lumpur tersebut

Kondisi Mess Atlit dayun PON papua (Foto Nees)

“Pihak pemerintah atau KONI untuk melihat keadaan kita di asrama dayung, panwas pernah melaporkan mereka atau KONI hanya membeli selang atau penyedot untuk menyedot air ke luar “katanya

Atlit dayung yang menempati mes dayung batas Kota ini sejak 2019 lalu, mengatakan merasa terganggu dengan kondisi tempat pemusatan latihan yang sering tergenang lupur saat hujan datang.

” Ini sangat menggagu atlit, kalau air masuk becek mereka tidak bisa tidur karena mereka harus kerja keluarkan air, kalau untuk peralatan mungkin tidak ada yang rusak karena peralatan kita taruh di atas para-para” ujarnya.

Sementara untuk  atlit yang menempati mes dayung batas Kota berjumlah 24 orang putra , sedang untuk putri sementara di tempatkan di hotel Clarence jalan blut Waena. Pihaknya tidak berkeinginan untuk pindah karena lokasi saat ini cukup strategis dengan lokasi latihan atlit .

“Kondisi seperti ini kita kembalikan ke pihak koni, supaya terjaga baik untuk generasi-generasi berikut, waktu jaman kita, kita pindah-pindah lokasi, kami minta perhatian bagaimana untuk di perbaiki  agar kita nyaman   jangan hanya menutut Prestasi tetapi kenyamanan atlit juga perlu di perhatikan,” tuturnya. (Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here