Komnas HAM, Temukan Fakta Baru Kematian Pdt. Yeremia

0
204
Tim Pemantau Penyelidikan Komnas HAM RI Dan Komnas HAM Perwakilan Papua, M. Chairul Anam (Tengah) Fritz Ramandey (Kanan). (foto Nesta)

Paraparatv. id | Jayapura |  Tim Pemantau dan Penyelidikan  Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia menemuan fakta baru dalam hasil inestigasi Kematian Pdt. Yeremia Zanambani di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya Papua.

Penyampain tersebut di sampaikan oleh Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia M.Choirul Anam pada jumpa pers yang berlangsung di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura .

Dimana dalam Jumpa pers tersebut Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM ) yang tergabung dalam Tim Pemantau dan Penyelidikan M. Choirul Anam membeberkan fakta-fakta baru temuan komnas HAM pada investigasi di Kabupaten Inta Jaya terkait kasus Penembakan Pdt. Yeremia Zanambani, bahwa peristiwa tersebut tidak berdiri sendiri.

Terdapat rentetan peristiwa lain yang terjadi sebelum kasus penembakan tersebut, Komnas HAM mendapatkan berbagai keterangan, bukti dan informasi pendukung semakin terangnya peristiwa tersebut. Komnas HAM akan mengelola seluruh data yang ada untuk menyusun kesimpulan temuan Komnas HAM yeng lebih falid. Langkah tersebut juga akan diuji dengan keteranga ahli.

”Dalam proses , Tim juga mendapatkan permintaan langsung dari keluarga korban untuk mendampingi ketika dilakukan otopsi,” jelas Chairul Anam dalam saat jumpa pers di kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Dok V Jayapura Sabtu, 17 Oktober 2020

Keluarga Korban menceritakan secara jelas kronologis terjadinya penembakan hingga tewasnya Pdt. Yeremia baik di Kandang Babi, peristiwa di seberang sungan dii Kampung Bomba Intan Jaya tersebut, semua yang di ketahui oleh keluarga korban di jelaskan kepada Pihak Komnas HAM

“Keluarga bersama-sama dengan kami di tempat kejadian lebih memeberikan kesaksian mereka juga melakukan peragaan rentetan peristiwan tewasnya lamarhum,” jelas Frits Ramandey Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua

Ini merupakan sebuah keunggulan tentang penegasan dimana mereka berjumpa , dimana letak korban tetapi juga situasi waktu itu seperti apa di tempat kejadian.

”Yang melihat bukan satu orang yang temuai kami hari itu, lebih dari satu , bahwa peristiwa itu tidak berdiri sendiri tapi ada bagian dari rentetan peristiwa,“ tandasnya.**(Nees Makuba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here