BERITA  

Jelang Peresmian Dan pergantian Nama Stadion Lukas Enembe, Masyarakat Adat Tagih Pembayaran Air Akuatik

Masyarakat Adat Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura menagih pembayaran air penggunaan Venue Akuatik, Senin, 19 Oktober 2020 (foto;Nees)

Paraparatv.id | Sentani | Jelang Peresmian Stadion Utama Papua Bangkit dan pergantian nama stadion menjadi Stadion Lukas Enembe yang di rencanakan pada 23 Oktober 2020 mendatang secara Virtual, Masyarakat adat Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura menagih Janji Pemerintah Pusat dan Pemda Provinsi Papua soal ganti Rugi air  sungai Makanuai yang di gunakan untuk venue Akuatik PON 2021 nanti.

Jeri Ohee, tokoh adat Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura setempat mengatakan  pihaknya telah menyampakan surat sejak Januari 2019 tentang ganti rugi pemanfaatan air  dari kali Makanuay yang di sedot untuk kepentingan di venue Akuatik PON 2021 mendatang.

Sejak pertemuan yang di lakukan di kejaksaan Tinggi Papua sebagai pengawas Pembangunan Venue di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur tersebut , namun jawaban yang di dapatkan yakni pembangunan Venue akutik tidak memanfaatkan air kali melainkan air tanah yang di bor langsung dari dalam tanah.

Tuntut Masyarakat adat tersebut menurut Yeri Ohee sangat beralasan karena adanya sambungan pipa berukuran besar yang masuk ke sungai Makanuai milik Masyarakat adat dan menyedot air ke Venue dan Stadion Lukas Enembe

“Kalau memang itu air tanah yang di pakai, mengapa dari kali makanuay ada bak penampungan air, trus ada di dipasang pipa-pipa berdiameter delapan itu maksudnya apa kalau memang tidak , “ungkapnya, Senin 19 Oktober 2020

Pihak Proyek sendiri bahkan berdalih jika pemasangan pipa dan bak yang di bangun di kawasan kali Makanuay, untuk penyaluran ke warga setepat

“Kami dari kampung ini dari jaman belanda kami punya sendiri ke rumah-rumah itu sudah ada kami tidak manfaatkan pipa itu , bukan air dari pipa hitam yang di pasang pekerja proyek akuatik,“ jelas Yeri

Jeri menyampaikan jika pemasangan pipa ukuran 8 yang dikerjakn pekerja Proyek akutik dan Stadion papua Bangkit tersebut jelas untuk kebutuhan kepentingan Venue Akutik dan Stadion Lukas Enembe. Sehingga pihaknya tidak mempersoalkan rencana peresmian Stadion yang akan di lakukan pada 23 Oktober mendatang, tetapi hak-hak masyarakat adat kata Yeri Ohee harus di selesaikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua. (*) Nees Makuba

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.