WALIKOTA LUNCURKAN KELAS LITERASI PERTAMA DI TANAH PAPUA

0
542
BTM BERSAMA PESERTA DAN RELAWAN LITERASI KAMPUNG YOKA
BTM BERSAMA PESERTA DAN RELAWAN LITERASI KAMPUNG YOKA

Paraparapendidikan| Jayapura|Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano,MM melaunching kelas literasi pertama di tanah Papua di Kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura Papua yakni Kelas Literasi Ebehaezer Kampung Hebaebulu Yoka.

Kelas yang di ajarkan oleh relawan -relawan dari pemuda/i Alumni Peduli Pendidikan Kampung Yoka.

Kegiatan yag berlangsung sabtu 13 Juli 2019 tersebut merupakan inisiatif dari seluruh Alumni Peduli Pendidikan Kampung Yoka, dengan melihat rendahnya kualitas pendidikan di kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura.

Walikota mengatakan kelas Literasi yang di gagas oleh Alumni Alumni Peduli pendidikan di Kampung yoka ini, adalah langkah sempurna untuk menuntun anak dalam mengembangkan minatnya untuk membaca dan menulis, Sehingga kedepan pemerinta akan mendorong kampung-kampung yang ada di kota Jayapura untuk menbentuk kelas -kelas literasi guna mengkampanyekan budaya membaca di masyarakat,

“Membaca dapat menimbah pengetahuan yang luas, sehingga saya menghimbau kepada orang tua untuk mengembangkan minat baca bagi anak dari keluarga” katanya.

Lanjut BTM minat membaca sangat kurang di masyarakat banyak dari generasi mudah terutama anak lebih condong menggunakan Handphone (HP) ketimbang menggunakan buka sebagai media membaca sehingga jangan di anggap sebagai sesuatu yang baik , namun berdapak pada karakter anak nanti

“Saya minta pada hari sabtu kalau bisa minat baca dapat di tularkan di kampung-kampung agar kampanye gemar membaca ini dapat terus di lakukan oleh masyarakat, “ujarnya.

Sementara Kepala Kampung Yoka Anthonius Mebri menegaskan masyarakat harus kreatif dalam membangun kampung, salah satu bukti dari masyarakat harus proaktif dari pemuda -pemudanya di kampung meski telah bersekolah hingga tingkat sarjana namun tidak mampu menyalurkan apa yang di dapat selama dalam pendidikan, sehingga kreatif .

“Kalau bisa kampung kampung lain di kota Jayapura juga bsa lakukan yang sama, sarjana -sarjana yang nganggur juga bisa melakukan seperti ini dengan adanya dana desa masyarakat tinggal diam tidak mau berusaha,” tuturnya.

Ketua Alumni Peduli Pendidikan Baltazar Kreuta mengaku kelas Literasi ini di dorong oleh Alumni Peduli Pendidikan ,dengan melihat persoalan buta Aksara ini cukup tinggi dimana anak usia 5 sampak 10 tahun tidak bisa baca

“Memang Literasi ini bagi orang dewasa,tetapi untuk tiga bulan ini kami fokus di anak usia 5 sampai 10 tahun dan mereka semua bisa mengenal huruf dan bisa membaca,” ungkapnya.

Dimana kata Batazar ini juga dalam rangka kasus luar biasa , di kampung yoka yang rata -rata terjadi di usia tersebut dimana anak yang seharusnya ke tingkatan sekolah di atas dapat mengenal huruf dengan baik dan benar .(nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here