HARI INI UMAT NASRANI DI JAYAPURA IBADAH JUMAT AGUNG

0
448
IBADAH JUMAT AGUNG YANG DILAKUKAN DI GEREJA PROTESTAN INDONESIA (GPI) ELIM ABEPURA, JAYAPURA, JUMAT 20 APRIL 2019

Paraparatv.id | Jayapura| Hari ini jutaan umat nasrani dari denominasi gereja -gereja di Indonesia Peringati Jumat Agung. Di Gereja Protestan Indonesia (GPI) Elim Abepura, Jayapura, terlihat jemaat dengan penuh hikmad melaksanakan ibadah Jumat Agung, Jumat, 20 April 2019.

Ibadah Jumat Agung yang dilakukan sejak 09.00 Wit di pimpin Ibu Pdt. J. Matulessy dengan mengusung thema Paskah GPI Papua, “Salib Menyatakan Ketidakadilan Dunia Atas Umat Manusia”

Pdt. Matulessy dalam penyampaian makna Jumat Agung mengatakan, merupakan wujud credo (pengakuan) iman kita tentang pengorbanan Yesus Kristus demi penebusan dosa kita.

Dikatakannya, dengan sprit thema ini kita termotivasi memaknai beberapa hal yakni, di salib terjadi keadilan dan ketidakadilan, Allah adalah kasih sekaligus adil.

“Keadilan menuntut penghukaman atas dosa, manusia sudah jatuh dalam dosa, seharusnya manusia di hukum. Namun karena kasih besar Allah kepada manusia, maka Yesuslah yang di hukum Mengganti kita manusia,”kata Pdt. J. Matulessy.

JEMAAT GEREJA GPI ELIM ABEPURA USAI MELAKUKAN IBADAH JUMAT AGUNG, JUMAT 20 APRIL 2019

Lanjutnya, dikatakan di salib terjadi penghancuran dan pemulihan. Diatas kayu salib yesus mengalami siksaan yang luar biasa, tetapi bukan hanya luka-luka jasmani kita tetapi juga luka-luka batin kita. “Salib melenyapkan sakit penyakit kita,”cetusnya.

Selain itu, di salib terjadi perpisahan dan penyatuan, diatas kayu salib Yesus menanggung penderitaan seorang diri.”Yesus mengalami perpisahan dengan bapanya untuk menyatukan dan mendamaikan kita dengan Allah,”Jelasnya.

Sebab itu, dirinya mengajak seluruh umat untuk saling menghargai dan melayani sehingga sukacita damai bersama kita semua. “Mari kita saling mengampuni dan saling melayani agar sukacita sorgawi, damai dan sejahtera selalu kita alami,”katanya.

Selain itu, dirinya mengharapkan di hari jumat agung ini kita perlu mengintroepeksi diri sekaligus mengevaluasi hidup tentang ketaatan, kesetiaan, keikutsertaan kita dalam memikul salib.

“Jika Allah telah mempersembahkan anak domba yang sempurna untuk menebus dan membayar lunas hutang dosa kita, mari kita meresponinya dengan sikap hidup yang berkenaan kepadanya,”tutupnya. (Paraparatv.id/celo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here