PORPROV I CABOR KARATE RESMI DI TUTUP KADISORDA PAPUA

0
357
Kadisorda Papura Drs. Daud Nagabalin, M.Si bersama Ketua harian Forki Papua, Menase Opur SH, bersama Dewan Pembina Forki Papua saat akan menutup Porprov I tahun 2018 Cabang Karate. Kamis 15 November 2018
Kadisorda Papura Drs. Daud Nagabalin, M.Si bersama Ketua harian Forki Papua, Menase Opur SH, bersama Dewan Pembina Forki Papua saat akan menutup Porprov I tahun 2018 Cabang Karate. Kamis 15 November 2018

Paraparatv | Jayapura | Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Papua pertama, resmi ditutup Kepala Dinas Olaharaga dan Pemuda Provinsi Papua, di Gor Universitas Cenderawasih, Kamis 15 Oktober 2018.

Penutupan dilakukan dengan penabuhan tifa secara bersama dengan ketua harian Forki Papua, Menase Opur SH. Didampingi, dewan pembina Forki Papua, Sensei Makmur dan Sensei John Hans Sanggenafa, serta Korditor Cabang Karate Amiel Amon Kosay dan perwakilan Atlit Pelajar Asal Kabupaten Dogiyai.

Kadisorda Papura Drs. Daud Nagabalin, M.Si saat pengalungan medali juara. Kamis 15 November 2018

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Drs. Daud Ngabalin, M.Si mengatakan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Papua yang pertama tidak luput dari kerja sama semua pihak sehingga kami mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepada wasit juri, panitia, para kohai, kosei, atlit, orang tua, oficial, yang pada sore hari ini bersama sama kita mengikuti babak penyisihan hingga final dalam kejuaraan karate dalam rangka pekan olahraga pelajar Provinsi Papua yang pertama ini,”kata Disorda Papua.

Kadisorda Papura Drs. Daud Nagabalin, M.Si saat foto bersama Juara Tim Karate Beregu Putra, usai pengalungan medali juara. Kamis 15 November 2018

Ia mengatakan kepada peserta atlit yang berprestasi dan belum prestasi di kejuaraan karate Pelajar Porprov yang pertama ini agar teruslah berlatih tidak mudah menyerah pada ivenet ini, sehingga kegiatan berikut bisa tampil kembali.

“Teruslah latihan teruslah belajar jangan putus as, jangan pata arang, pada kesepatan hari ini kita masih punya kesempatan berikutnya,”kata mantan Atlit Nasional asal Papua ini.

Kepala Disorda Papua yang juga aktif sebagai pengurus Karate di Papua ini mengatakan Porprov yang pertam ini baru pertam kali diselenggarakan, sehingga tahapan pembinaan yang dilakukan secara berkopetisi sehingga atlit yang terjaring dapat terseleksi secara baik.

“Pembinaan yang kita lakukan ini merupakan yang pertama kalinya digelar, sebelumnya belum ada sehingga tahapan pembinaan kita lakukan dengan adanya kejuaraan ini, kejurwil, porwil, kejurda porprov, hingga kejurnas, jadi ada tahapan pembinaan yang berkelanjutan ini sangat luar biasa,”kata pemengang sabuk Hitam ini.

Kadisorda papua mengatakan hasil yang dicapai para atlit pada iven porprov I 2018, jangan menjadi ukuran dan merasa bangga karena etitut sikap dan perilaku akan mempengaruhi atlit hingga ketingkat nasional.

“kalau hanya puas diatas matras ini, maka saya yakin saudara pasti tidak akan prestasi nanti di POPNAS 2019 dimana kita sebagai tuan rumah,” jelas Daud.

Ia mengaharapkan dengan hasil ini, agar pengurus Forki Papua agar melakukan tales coting kepada mereka yang dianggap berpotensi, sehingga kita bisa mendapat scuad tim karate pelajar yang baik, untuk kita disiapkan pada POPNAS pada 8 oktober 2019.

Keluar sebagai juara umum pertama, tim Karate kota Jayapura dengan 15 emas, 11 perak 10 perunggu, disusul Posisi kedua tim Karate Kabupaten jayapura dengan 6 emas, 4 perak, 6 perunggu, dan peringkat ketiga tim karate kabupaten Nabire dengan 5 emas, 4 perak dan 7 perunggu.

Porprov I cabang karate di ikuti sebanyak 130 atlit pelajar karate dari 10 kabupaten yakni, Kota Jayapura, Kabupten Jayapura, Keerom, Dogiyai, Sarmi, Merauke, Asmat, Biak Nunfor, Jayawijaya dan Nabire. (Chuen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here