KETUM PERSIPURA MINTA SEMUA ELEMEN KAMPANYEKAN SEPAKBOLA DAMAI

0
159
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano

Paraparatv.id | Jayapura | PSSI telah mengumumkan hasil sidang Komdis pada Senin (2/10). Di antaranya, sanksi kepada Persib setelah tragedi tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).    

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano  minta semua pihak dapat mendorong dan mengampanyekan sepakbola damai. Hal ini disampaikan mengingat tragedi suporter Persija Jakarta yang tewas mengenaskan akibat aksi kriminal suporter Persib Bandung.

“Kita tidak ingin terjebak dalam pro kontra putusan komdis dalam kasus meninggalnya Haringga, selama ini kita menolak untuk komentari hal itu, sekarang intinya kita perlu dorong semua elemen terkait untuk terus mengkampanyekan sepakbola damai, kita juga perlu ingat kejadian Haringga sebagai pelajaran bagi kita semua,”kata Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano,melalui realis yang dikirim Wakil mananger persipura Jayapura, Bento Madubun, Kamis 4 Oktober 2018.

Pria yang akrap disapa BTM ini mengharapkan adanya regulasi yang mengikat dan disepakati bersama agar bisa menjadi panduandalam menjaga sepak bola Indonesia tidak dalam dunia yang penuh dengan hukum rimbah.

“Kedepan, sebaiknya federasi, operator dan klub harus dan perlu menyepakati hukuman atau sanksi yang berat sehingga benar-benar bisa sebagai efek jerah, bisa kita sebut sebagai Haringga effect, jadi ini bisa kita kenang sebagai tonggak damainya sepakbola Indonesia,”kata BTM

Dengan regulasi yang baik dan memiliki sanksi tegas dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku.

“Jadi hukuman yang berat itu bagus juga agar kita bisa tergerak untuk lakukan hal-hal positif agar terhindar dari sanksi atau hukuman berat tersebut,”kata BTM.

Ia juga mengharapkan supoter agar lebih kreatif dalam mengampanyekan hal positif, diperlukan komunikasi antara club dan penpel sehingga memiliki rasa tanggung jawab mengantar dunia sepakbola tetap damai dan lebih santun.

“Termasuk kita, kita juga perlu berkomunikasi dengan supporter terkait hal ini, perlu ada edukasi melalui Panpel, sehingga semua bisa punya kesadaran yang sama,”kata Pria jebolan sekolah pamong.

BTM menambahkan dengan begitu, kita berharap kedepan tidak ada lagi kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan.

“Pelajaran pentingnya ya kita memang perlu mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi di lapangan atau di sekitar stadion, sehingga hal-hal negatif tidak menjadi besar dan bisa cepat diredam,”tambahnya.(chuen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here