PLT KADISPORA PAPUA, OPTIMIS PON AKAN BERGULIR DIPAPUA

0
797
Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Papua, Drs. Daud Ngabalin, M.Si, saat menghadiri show forces Karate Papua.

Paraparatv.co | Jayapura | Belum ditetapkan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan oleh penyelenggara PON 2020 menjadi salah satu tugas utama Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Papua, Drs.Daud Ngabalin M.Si yang baru dipercayakan untuk mempercepat kesiapan PON 2020 di tanah Papua.

“Penentuan cabang olahraga PON tergantung pada kesiapan tuan rumah, kesiapan tuan rumah berdasarkan musyawarah provinsi dan rapat anggota KONI Papua menetapkan 47 cabang olah raga dan ini yang belum kelir 47 cabang olagraga, atau 48 atau 50 cabang olahraga,”ungkap plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Papua, usai dilantik, rabu 29 agustus 2018.

Dikatakan hingga kini Gubernur belum mengeluarkan surat keputusan penetapan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sehingga menjadi prioritas utama untuk mengurus penerbitan surat penetapan jumlah cabor yang akan dipertandingkan di PON 2020.

“Insyallah dalam waktu dekat ini, pekan depan kita akan mengajukan dan saya sudah kordinasi dengan kepala biro hukum, mudah mudahan sudah ada surat keputusannya,”jelas mantan atlit karate Papua.

Terkait pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur venue yang akan digunakan untuk pelaksanaan cabor akan dilakukan bulan september akan dimulai.

“Pembangunan infrastruktur tetap jalan, paling lambat september kita sudah lelang perencanaan pembangunan venue, jika memungkinkan akan dilakukan bersamaan dengan lelang fisik, keran idealnya pelelangan tahun ini, sehingga 1 januari pembangunan langsung jalan,” tegasnya.

Pembangunan venue utama yang akan dilakukan untuk open ceremony pon 2020 stadion papua bangkit di kampung harapan, sementara sedang dilakukan dan direncanakan desember 2018 akan selesai dilakukan.

Terkait penyelenggaraan kepala dinas optimis pelaknasanaan PON 2020 akan dilakukan di Papua.

“Kita optimis, saya berharap kita hilangkan pesimis sehingga terjadi pembentukan frame masyarakat untuk terjadi opini yang tercipta di masyarakat bahwa pon itu tidak terjadi, tetapi mari kita balik bahwa pon itu akan terjadi di Papua, karena PON ini merupakan harga diri orang Papua,” ungkapnya.**(sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here