Paraparatv. id | Tolikara | Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menegaskan komitmennya yang serius terhadap percepatan pembangunan di Tanah Papua. Dalam sebuah dialog kebangsaan yang berlangsung di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pengunungan, pejabat tinggi Kemenag menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak akan lengkap tanpa fondasi spiritual dan moral yang kuat.
Pernyataan kunci yang menjadi sorotan utama adalah: “Agama dan Tokoh Agama/Gereja adalah Kunci Keberhasilan Pembangunan dan Perdamaian di Tanah Papua.”
Demikian disampaikan Direktur urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, pada Senin 10 Agustus 2026, saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Tolikara.
Direktur urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan di Papua harus bersifat holistik. Artinya, tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun hati dan pikiran masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan.
“Pembangunan fisik akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan pembangunan karakter. Di Tanah Papua, gereja dan lembaga keagamaan lainnya memiliki akar yang sangat dalam di masyarakat. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas, mencegah radikalisme, dan mendorong semangat gotong royong,” ujar Ditjen Bimas Kristen RI Luksen Jems Mayor.
Dalam kesempatan tersebut, diakui bahwa tokoh-tokoh agama di Tanah Papua sering kali menjadi penengah utama dalam berbagai konflik sosial. Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin gereja sangat tinggi, sehingga pesan-pesan perdamaian dan ajakan untuk mendukung program pemerintah lebih mudah diterima.
Untuk diketahui, kehadiran Ditjen Bimas Kristen RI di wilayah Papua Pengunungan guna berjumpa dengan para tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah daerah dalam dialog dengan tema; “Merawat kerukunan dari Kabupaten Tolikara untuk Indonesia”.
Ditjen Bimas Kristen RI Luksen Jems Mayor menegaskan bahwa kerukunan dan perdamaian adalah kebutuhan semua orang”, baik anak anak, perempuan, laki laki, pemerintah, TNI-POLRI. dan semua agama.
“Karena itu semua komponen harus bertanggungjawab terhadap penyebaran budaya damai mulai dari pribadi dan keluarga, tokoh agama, tokoh adat serta pemerintah,” tutur Jems Mayor.
Menurutnya, tokoh agama atau gereja adalah kunci pembangunan dan perdamaian di Tanah Papua.
“Tolikara sebagai kota pekabaran injil di Papua Pengunungan jangan lelah mewartakan injil kabar baik sebagai spirit perubahan pembagunan untuk masa depan masyarakat Indonesia di Tanah Papua pada umumnya, termasuk warga masyarakat di Kabupaten Tolikara,” ujar Ditjen Bimas Kristen itu.
Di-hadapan Bupati Kabupaten Tolikara Wilem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda serta para Forkopimda Kabupaten Tolikara, Ditjen Bimas Kristen mengajak pemerintah daerah untuk menjadikan agama dan gereja sebagai kekuatan utama dalam membangun masyarakat Tolikara. Dan memberi apresiasi dan dukungan karena dalam visi dan misi bupati dan wakil bupati Tolikara pembangunan menjadi pendekatan religius dan budaya menjadikan prioritas utama.
Dalam menangapi dialog para tokoh agama agar pemerintah memberi perhatian bagi pendidikan agama serta sarana rumah ibadah yang berkualitas.
Ditjen Bimas Kristen menegaskan Menteri Agama sangat memperhatikan pembangunan bidang agama dan SDM di Tanah Papua. Karenanya Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan pemerintah daerah terus bersinergi melalui berbagai program strategis Kementerian Agama untuk pembangunan dan kemaslahatan masyarakat di Tanah Papua termasuk Kabupaten Tolikara.(*redaksi)














